Mobil bergetar saat berjalan bisa disebabkan oleh masalah ban, roda, suspensi, rem, hingga komponen mesin. Kenali penyebab dan cara mengatasinya sebelum kerusakan semakin parah.
Pernah merasakan mobil bergetar saat berjalan, padahal jalan yang dilalui terlihat cukup mulus? Getaran mungkin awalnya terasa ringan, tetapi jika semakin sering atau semakin kuat, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Mobil yang bergetar ketika melaju dapat disebabkan oleh berbagai masalah. Sumbernya bisa berasal dari ban dan roda, sistem kemudi, kaki-kaki, suspensi, rem, drivetrain, bahkan mesin.
Menariknya, lokasi getaran juga bisa memberikan petunjuk mengenai sumber masalah.
Jika getaran terasa kuat di setir, kemungkinan masalah berada di bagian roda depan atau sistem kemudi. Jika getaran lebih terasa pada jok atau lantai kabin, penyebabnya bisa berasal dari roda belakang, suspensi, atau komponen lainnya.
Karena itu, mengetahui penyebab mobil bergetar saat berjalan akan membantu pemilik kendaraan menentukan pemeriksaan yang tepat.
Kenapa Mobil Bisa Bergetar Saat Berjalan?
Secara sederhana, mobil seharusnya dapat bergerak dengan stabil ketika seluruh roda, ban, suspensi, kemudi, rem, dan komponen penggeraknya bekerja dengan baik.
Getaran muncul ketika salah satu bagian tersebut mengalami ketidakseimbangan, keausan, kerusakan, atau perubahan posisi.
Masalah kecil seperti tekanan ban yang tidak sesuai saja bisa membuat karakter mobil berubah. Sementara itu, kerusakan pada komponen kaki-kaki atau roda dapat membuat getaran semakin terasa pada kecepatan tertentu.
Oleh sebab itu, jangan langsung mengganti satu komponen hanya berdasarkan perkiraan.
Perhatikan terlebih dahulu kapan getaran muncul, seberapa kuat, dan bagian mana yang paling terasa bergetar.
10 Penyebab Mobil Bergetar Saat Berjalan
Berikut beberapa penyebab yang paling sering perlu diperiksa.
1. Ban Mobil Tidak Seimbang
Salah satu penyebab umum mobil bergetar saat berjalan adalah ketidakseimbangan roda dan ban.
Ban dan velg yang berputar membutuhkan distribusi bobot yang seimbang. Jika terdapat ketidakseimbangan, getaran dapat muncul terutama ketika kendaraan mencapai kecepatan tertentu.
Getaran biasanya terasa melalui:
- Setir.
- Jok.
- Lantai kabin.
- Bodi kendaraan.
Semakin tinggi kecepatan, getaran pada kondisi tertentu dapat terasa semakin jelas.
Solusinya adalah melakukan balancing roda menggunakan peralatan yang sesuai.
2. Ban Mengalami Keausan Tidak Merata
Ban yang sudah aus tidak selalu mengalami keausan secara merata.
Bagian tertentu dapat lebih cepat menipis dibandingkan bagian lainnya. Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh tekanan ban yang tidak tepat, masalah alignment, suspensi, balancing, atau pola penggunaan kendaraan.
Permukaan ban yang tidak rata dapat membuat kontak ban dengan jalan menjadi tidak optimal.
Akibatnya, mobil bisa terasa bergetar ketika melaju.
Periksa permukaan ban secara berkala. Jika terdapat bagian yang aus secara tidak wajar, jangan hanya mengganti ban tanpa mencari penyebabnya.
3. Velg Bengkok
Mobil yang pernah menghantam lubang jalan, trotoar, atau benda keras dapat mengalami kerusakan pada velg.
Velg yang sedikit saja berubah bentuk dapat memengaruhi putaran roda.
Akibatnya, mobil dapat terasa bergetar terutama ketika mencapai kecepatan tertentu.
Masalah ini sering muncul setelah kendaraan mengalami benturan cukup keras.
Jika mobil mulai bergetar setelah menghantam lubang atau trotoar, kondisi velg dan ban sebaiknya diperiksa.
4. Spooring atau Wheel Alignment Tidak Tepat
Wheel alignment atau spooring berhubungan dengan posisi dan sudut roda terhadap kendaraan.
Jika alignment tidak sesuai, kendaraan dapat menunjukkan beberapa gejala seperti:
- Mobil cenderung menarik ke satu sisi.
- Setir tidak berada di posisi lurus ketika mobil berjalan lurus.
- Ban aus tidak merata.
- Setir terasa bergetar pada kondisi tertentu.
- Mobil terasa kurang stabil.
Alignment yang tidak tepat juga dapat mempercepat keausan ban.
Karena itu, jika mobil mulai terasa tidak lurus sekaligus muncul getaran, pemeriksaan alignment layak dilakukan.
5. Komponen Suspensi Mulai Aus
Suspensi bertugas membantu menjaga kenyamanan sekaligus kestabilan kendaraan.
Komponen seperti shock absorber, ball joint, tie rod, bushing, dan bagian suspensi lainnya dapat mengalami keausan akibat usia, jarak tempuh, kondisi jalan, atau benturan.
Jika komponen tersebut mulai bermasalah, mobil dapat terasa kurang stabil dan muncul getaran ketika melewati jalan tertentu.
Gejala lainnya bisa berupa:
- Bunyi kletek atau jedug.
- Mobil terasa limbung.
- Ban cepat aus.
- Setir terasa kurang presisi.
- Mobil memantul berlebihan.
- Getaran semakin terasa ketika melewati jalan rusak.
Masalah suspensi sebaiknya tidak dibiarkan karena berkaitan langsung dengan pengendalian kendaraan.
6. Rem atau Disc Brake Bermasalah
Jika mobil bergetar saat direm, penyebabnya dapat berbeda dengan getaran ketika mobil melaju normal.
Salah satu kemungkinan adalah permukaan disc brake atau rotor yang tidak rata.
Ketika rem digunakan, kampas rem menekan permukaan rotor. Jika permukaan rotor mengalami ketidakrataan atau terdapat masalah pada sistem pengereman, pengemudi dapat merasakan getaran melalui pedal rem atau setir.
Getaran ketika pengereman sebaiknya tidak diabaikan.
Sistem rem merupakan komponen keselamatan utama kendaraan.
7. Bearing Roda Mengalami Masalah
Bearing roda membantu roda berputar dengan lancar.
Jika bearing mulai mengalami keausan atau kerusakan, gejalanya tidak selalu berupa getaran saja.
Pengemudi juga dapat mendengar suara dengung atau gemuruh yang berubah mengikuti kecepatan kendaraan.
Dalam beberapa kasus, kerusakan bearing dapat memengaruhi kestabilan roda.
Jika mobil mengalami getaran disertai suara dengung yang semakin jelas ketika kecepatan meningkat, bearing roda perlu diperiksa.
8. Engine Mount Rusak
Tidak semua getaran berasal dari ban atau kaki-kaki.
Engine mount atau dudukan mesin memiliki tugas membantu menopang mesin sekaligus meredam getaran yang dihasilkan mesin.
Ketika karet atau bagian engine mount mengalami kerusakan, getaran mesin dapat lebih mudah terasa sampai ke kabin.
Biasanya gejala dapat semakin terasa ketika:
- Mobil dalam posisi idle.
- Transmisi dimasukkan ke posisi tertentu.
- AC dinyalakan.
- Mobil mulai berakselerasi.
- Mesin menghasilkan getaran lebih besar dari biasanya.
Jika mobil bergetar bahkan ketika sedang berhenti, pemeriksaan engine mount dan sistem mesin perlu dipertimbangkan.
9. Mesin Mengalami Misfire
Masalah mesin juga dapat membuat mobil terasa bergetar.
Salah satunya adalah engine misfire, yaitu kondisi ketika proses pembakaran pada salah satu atau beberapa silinder tidak berlangsung sebagaimana mestinya.
Penyebabnya dapat berkaitan dengan busi, ignition coil, injektor, sistem bahan bakar, atau komponen lain.
Gejala yang mungkin menyertai antara lain:
- Mesin terasa pincang.
- Putaran idle tidak stabil.
- Mobil bergetar ketika berhenti.
- Akselerasi terasa tersendat.
- Tenaga mesin berkurang.
- Konsumsi bahan bakar dapat meningkat.
Jika getaran berasal dari mesin, melakukan balancing roda tentu tidak akan menyelesaikan masalah.
Pemeriksaan mesin diperlukan untuk menemukan sumber gangguannya.
10. Masalah pada CV Joint atau Driveshaft
Pada kendaraan tertentu, khususnya mobil dengan penggerak roda depan atau sistem penggerak tertentu, komponen seperti CV joint dan driveshaft dapat menjadi sumber getaran.
Kerusakan atau keausan pada bagian tersebut dapat membuat getaran terasa lebih kuat ketika kendaraan berakselerasi.
Gejala tambahan yang mungkin muncul adalah bunyi tertentu ketika berbelok atau ketika tenaga mesin disalurkan ke roda.
Karena sistem penggerak kendaraan cukup kompleks, pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem drivetrain.
Mobil Bergetar Saat Kecepatan Tinggi, Apa Penyebabnya?
Jika mobil bergetar saat kecepatan tinggi, beberapa komponen pertama yang layak diperiksa adalah ban dan roda.
Kemungkinan penyebabnya antara lain:
- Balancing roda tidak tepat.
- Ban mengalami keausan tidak merata.
- Velg bengkok.
- Tekanan ban tidak sesuai.
- Alignment roda bermasalah.
- Komponen suspensi mengalami keausan.
- Bearing roda bermasalah.
Getaran yang baru muncul pada kecepatan tertentu jangan dianggap sebagai sesuatu yang normal.
Justru pola tersebut dapat membantu teknisi menemukan sumber masalah dengan lebih cepat.
Mobil Bergetar Saat Digas, Apa Penyebabnya?
Jika getaran muncul terutama ketika pedal gas diinjak, penyebabnya bisa berbeda.
Beberapa kemungkinan antara lain:
- Engine mount rusak.
- Mesin mengalami misfire.
- CV joint mengalami masalah.
- Driveshaft bermasalah.
- Komponen drivetrain mengalami keausan.
- Masalah pada sistem bahan bakar atau pengapian.
Perhatikan apakah getaran hanya muncul ketika akselerasi atau juga terjadi ketika mobil berjalan dengan kecepatan konstan.
Informasi tersebut sangat membantu proses diagnosis.
Setir Mobil Bergetar Saat Berjalan
Jika getaran paling terasa pada setir, bagian roda depan dan sistem kemudi patut mendapatkan perhatian.
Beberapa penyebab yang mungkin antara lain:
Ban depan tidak balance
Ketidakseimbangan roda dapat diteruskan menjadi getaran pada setir.
Velg depan bengkok
Benturan keras dapat membuat bentuk velg berubah.
Ban aus tidak merata
Permukaan ban yang tidak rata dapat menghasilkan getaran ketika roda berputar.
Alignment tidak tepat
Posisi roda yang tidak sesuai dapat memengaruhi kestabilan dan respons kemudi.
Komponen steering atau suspensi aus
Tie rod, ball joint, bushing, dan komponen lainnya dapat menyebabkan setir terasa tidak stabil jika kondisinya sudah buruk.
Mobil Bergetar Saat Direm
Jika getaran hanya muncul ketika pedal rem ditekan, jangan langsung menyalahkan ban.
Perhatikan apakah:
- Setir ikut bergetar.
- Pedal rem terasa berdenyut.
- Getaran semakin kuat pada kecepatan tinggi.
- Mobil terasa menarik ke satu sisi.
- Terdengar suara aneh ketika mengerem.
Masalah tersebut dapat berkaitan dengan disc brake, kampas rem, kaliper, atau komponen sistem pengereman lainnya.
Karena menyangkut keselamatan, pemeriksaan rem sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.
Cara Mengetahui Sumber Getaran Mobil
Sebelum membawa mobil ke bengkel, pengemudi dapat mencatat pola getaran.
Perhatikan beberapa hal berikut.
Apakah getaran muncul saat mobil diam?
Jika iya, kemungkinan masalah dapat berasal dari mesin, engine mount, atau sistem pendukung mesin.
Apakah getaran hanya muncul ketika digas?
Jika iya, komponen mesin atau drivetrain perlu diperiksa.
Apakah getaran muncul pada kecepatan tertentu?
Jika iya, ban, roda, balancing, velg, atau komponen suspensi dapat menjadi salah satu kemungkinan.
Apakah getaran hanya muncul saat pengereman?
Jika iya, sistem rem menjadi salah satu bagian utama yang perlu diperiksa.
Apakah setir yang paling terasa?
Jika iya, fokus pemeriksaan dapat diarahkan ke roda depan, ban, steering, dan suspensi.
Apakah getaran terasa melalui jok?
Getaran yang lebih terasa pada jok atau lantai dapat mengarah ke roda belakang, suspensi, atau komponen drivetrain, tergantung karakter kendaraan.
Apakah Mobil Bergetar Itu Berbahaya?
Jawabannya tergantung penyebab dan tingkat getarannya.
Getaran ringan mungkin berasal dari masalah sederhana seperti balancing. Namun, getaran juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada ban, roda, suspensi, steering, rem, atau drivetrain.
Yang perlu diwaspadai adalah ketika getaran:
- Tiba-tiba muncul.
- Semakin kuat.
- Muncul bersama suara aneh.
- Disertai setir terasa longgar.
- Mobil sulit dikendalikan.
- Mobil menarik ke satu sisi.
- Ban terlihat rusak.
- Terjadi ketika pengereman.
- Disertai lampu indikator tertentu.
Jika kondisi tersebut terjadi, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan.
Cara Mengatasi Mobil Bergetar Saat Berjalan
Penanganan harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Lakukan Balancing Roda
Jika masalah berasal dari ketidakseimbangan roda, balancing dapat dilakukan untuk mengembalikan distribusi bobot roda dan ban.
Periksa Kondisi Ban
Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi kendaraan.
Periksa juga apakah terdapat benjolan, retakan, keausan tidak merata, atau kerusakan lain.
Lakukan Spooring Jika Diperlukan
Jika alignment berubah, lakukan pemeriksaan dan penyetelan sesuai kebutuhan kendaraan.
Periksa Kaki-Kaki
Komponen seperti tie rod, ball joint, bushing, shock absorber, dan bagian lainnya perlu diperiksa apabila terdapat gejala keausan.
Periksa Sistem Rem
Jika getaran terjadi saat pengereman, periksa disc brake, kampas rem, kaliper, dan komponen terkait.
Periksa Mesin
Jika mobil bergetar saat idle atau ketika akselerasi, lakukan pemeriksaan mesin, busi, ignition coil, injektor, dan engine mount.
Periksa Drivetrain
Untuk getaran ketika akselerasi, komponen CV joint, driveshaft, dan bagian penggerak lainnya perlu diperiksa sesuai jenis kendaraan.
Jangan Langsung Mengganti Banyak Komponen
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemilik mobil adalah langsung mengganti banyak komponen karena ingin menghilangkan getaran.
Cara tersebut belum tentu efektif.
Getaran mobil memiliki banyak kemungkinan penyebab. Karena itu, diagnosis sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Misalnya, jika getaran hanya muncul pada kecepatan tertentu, pemeriksaan dapat dimulai dari ban, tekanan ban, kondisi roda, balancing, dan alignment.
Jika getaran muncul ketika pengereman, sistem rem lebih layak menjadi fokus pemeriksaan.
Dengan diagnosis yang tepat, pemilik kendaraan dapat menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
Tips Mencegah Mobil Bergetar Saat Berjalan
Masalah getaran tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi risikonya dapat dikurangi dengan perawatan rutin.
1. Periksa Tekanan Ban
Jangan menunggu ban terlihat kempis.
Periksa tekanan secara berkala dan sesuaikan dengan rekomendasi kendaraan.
2. Lakukan Rotasi Ban
Rotasi ban secara berkala dapat membantu menjaga pola keausan lebih merata, sesuai rekomendasi kendaraan dan kondisi ban.
3. Periksa Balancing dan Alignment
Jika mobil mulai bergetar atau setelah melakukan pekerjaan tertentu pada roda, lakukan pemeriksaan balancing dan alignment bila diperlukan.
4. Hindari Lubang dengan Kecepatan Tinggi
Benturan keras dapat merusak ban, velg, suspensi, dan mengubah alignment roda.
5. Jangan Abaikan Bunyi Aneh
Bunyi dengung, ketukan, atau bunyi berdecit yang baru muncul dapat menjadi petunjuk adanya masalah mekanis.
6. Lakukan Servis Berkala
Servis rutin membantu mendeteksi komponen yang mulai mengalami keausan sebelum masalah berkembang.
Kapan Mobil Bergetar Harus Segera Dibawa ke Bengkel?
Segera lakukan pemeriksaan jika getaran terasa kuat atau semakin parah.
Terutama apabila disertai:
- Setir sulit dikendalikan.
- Mobil menarik ke kiri atau kanan.
- Ban terlihat rusak atau menggembung.
- Getaran muncul saat mengerem.
- Terdengar bunyi keras dari roda.
- Mobil kehilangan tenaga.
- Mesin terasa pincang.
- Pedal rem berdenyut.
- Getaran muncul secara tiba-tiba setelah menghantam lubang.
- Lampu peringatan kendaraan menyala.
Jangan menunggu sampai kerusakan menjadi lebih besar.
FAQ Penyebab Mobil Bergetar Saat Berjalan
Kenapa mobil bergetar saat berjalan?
Mobil dapat bergetar karena berbagai penyebab, seperti ban tidak balance, velg bengkok, ban aus tidak merata, masalah alignment, suspensi, rem, engine mount, mesin, atau drivetrain.
Kenapa mobil bergetar saat kecepatan tinggi?
Getaran pada kecepatan tinggi sering berkaitan dengan kondisi ban dan roda, seperti balancing yang tidak tepat, ban tidak rata, velg bermasalah, atau komponen suspensi.
Kenapa setir mobil bergetar?
Setir yang bergetar dapat berkaitan dengan roda depan, ban, balancing, alignment, suspensi, atau sistem kemudi.
Apakah balancing bisa mengatasi mobil bergetar?
Jika penyebabnya adalah ketidakseimbangan roda dan ban, balancing dapat membantu mengurangi atau menghilangkan getaran.
Namun, balancing tidak akan menyelesaikan masalah jika sumber getaran berasal dari suspensi, rem, mesin, atau drivetrain.
Kenapa mobil bergetar saat direm?
Getaran ketika pengereman dapat berkaitan dengan kondisi disc brake, kampas rem, kaliper, atau komponen pengereman lainnya.
Kenapa mobil bergetar saat digas?
Getaran ketika akselerasi dapat berasal dari engine mount, masalah pembakaran mesin, CV joint, driveshaft, atau komponen drivetrain lainnya.
Apakah ban bisa menyebabkan mobil bergetar?
Ya. Ban yang tidak seimbang, aus tidak merata, rusak, atau mengalami masalah tertentu dapat menyebabkan getaran ketika mobil berjalan.
Apakah velg bengkok bisa membuat mobil bergetar?
Bisa. Velg yang berubah bentuk dapat membuat putaran roda tidak sempurna sehingga kendaraan terasa bergetar.
Apakah kaki-kaki rusak bisa menyebabkan mobil bergetar?
Bisa. Komponen suspensi dan steering yang aus atau rusak dapat memengaruhi kestabilan kendaraan dan menimbulkan getaran.
Apakah mobil bergetar harus segera diperbaiki?
Sebaiknya diperiksa, terutama jika getaran semakin kuat, muncul tiba-tiba, atau disertai masalah pada rem, ban, kemudi, suspensi, atau performa mesin.
Kesimpulan
Penyebab mobil bergetar saat berjalan cukup beragam. Masalah bisa berasal dari hal sederhana seperti tekanan ban atau balancing roda, tetapi juga dapat menunjukkan kerusakan pada velg, suspensi, sistem kemudi, rem, engine mount, mesin, hingga drivetrain.
Karena itu, jangan langsung menganggap semua getaran berasal dari ban.
Perhatikan kapan getaran muncul dan bagian mana yang paling terasa. Mobil bergetar saat kecepatan tinggi memiliki kemungkinan penyebab yang berbeda dengan mobil yang bergetar ketika direm atau ketika pedal gas diinjak.
Pemeriksaan sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih serius.
Jika getaran semakin kuat, muncul suara aneh, setir terasa tidak stabil, mobil sulit dikendalikan, atau masalah terjadi saat pengereman, segera lakukan pemeriksaan di bengkel.
Mobil yang nyaman bukan hanya soal perjalanan yang halus. Kondisi ban, roda, suspensi, rem, mesin, dan sistem penggerak yang sehat juga berhubungan dengan keselamatan berkendara.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia