Suzuki S-Presso masih menjadi salah satu pilihan city car yang menarik untuk aktivitas harian. Mesin 1.0 liter, bodi kompak, ground clearance 180 mm dan konsumsi BBM efisien menjadi daya tarik utamanya.
Di tengah harga kebutuhan sehari-hari yang terus menjadi pertimbangan, membeli mobil bukan lagi sekadar soal tampilan atau tenaga mesin.
Banyak calon pembeli kini justru menghitung hal yang lebih sederhana: berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap hari untuk menjalankan mobil tersebut?
Pertanyaan semacam itu membuat mobil berukuran kecil kembali punya tempat tersendiri.
Untuk perjalanan dari rumah ke kantor, mengantar anak sekolah, berbelanja, menuju kampus, sampai sekadar beraktivitas di dalam kota, kendaraan dengan bodi kompak dan mesin kecil sering kali terasa lebih masuk akal.
Salah satu model yang masih menawarkan konsep tersebut adalah Suzuki S-Presso.
Memasuki Agustus 2026, S-Presso tetap bermain di ceruk city car dengan karakter yang cukup berbeda. Bentuknya mungil, tetapi Suzuki memberikan ground clearance yang relatif tinggi. Mesinnya hanya 1.0 liter, namun bobot kendaraan yang ringan membuatnya ditujukan untuk mobilitas perkotaan yang membutuhkan efisiensi.
Suzuki bahkan kembali menempatkan S-Presso sebagai pilihan kendaraan pertama bagi konsumen muda pada 2026, dengan menyoroti kombinasi efisiensi bahan bakar, harga yang relatif terjangkau dan fitur konektivitas.
Lalu, apakah S-Presso masih layak dipertimbangkan sebagai mobil irit untuk harian pada Agustus 2026?
Jawabannya cukup menarik.
Harga Suzuki S-Presso Agustus 2026
Sebelum membicarakan konsumsi BBM dan fitur, tentu harga menjadi hal pertama yang dilihat calon pembeli.
Berdasarkan daftar harga resmi Suzuki yang tersedia menjelang Agustus 2026, New S-Presso MT dipasarkan dengan harga OTR Jakarta Rp173,1 juta.
Sementara versi New S-Presso Auto Gear Shift atau AGS dibanderol Rp184,6 juta.
Perlu dicatat, daftar tersebut merupakan harga OTR Jakarta Juli 2026 dan Suzuki memberikan keterangan bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai acuan terbaru yang tersedia, bukan jaminan harga final untuk setiap wilayah pada Agustus 2026.
Dengan angka mulai Rp173 jutaan, S-Presso tetap berada di wilayah yang menarik bagi konsumen yang ingin memiliki mobil baru tanpa harus masuk ke harga Rp200 juta lebih.
Selisih harga antara transmisi manual dan AGS juga relatif mudah dipahami.
S-Presso MT: Rp173,1 juta.
S-Presso AGS: Rp184,6 juta.
Ada selisih sekitar Rp11,5 juta.
Bagi pengguna yang setiap hari menghadapi kemacetan, tambahan tersebut bisa menjadi pertimbangan karena AGS memberikan kemudahan pengoperasian tanpa harus menginjak pedal kopling.
1. Mesin 1.0 Liter Jadi Senjata Utama untuk Efisiensi
Salah satu alasan S-Presso menarik sebagai mobil harian adalah mesinnya.
Suzuki menggunakan mesin K10C tiga silinder DOHC berkapasitas 998 cc.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 66 hp atau 49 kW pada 5.500 rpm, sementara torsi maksimal mencapai 89 Nm pada 3.500 rpm. Sistem bahan bakarnya menggunakan Multi Point Injection.
Angka tersebut mungkin tidak terdengar besar.
Namun, perlu dilihat dari sisi kendaraan secara keseluruhan.
S-Presso merupakan mobil dengan dimensi kompak dan bobot relatif ringan. Mesin 1.0 liter tidak dipaksa membawa bodi sebesar SUV atau MPV.
Karena itu, karakter mesinnya lebih cocok untuk kebutuhan sehari-hari daripada mengejar performa agresif.
Ketika digunakan di dalam kota, tenaga tersebut cukup untuk aktivitas normal.
Mulai dari berangkat kerja, melewati jalan lingkungan, masuk kawasan perumahan, sampai menghadapi lalu lintas perkotaan.
Pengemudi tentu tidak boleh berharap akselerasi seperti mobil dengan mesin 1.5 liter.
Namun, memang bukan itu tujuan S-Presso.
Fokusnya adalah mobilitas sederhana dengan konsumsi bahan bakar yang efisien.
2. Konsumsi BBM Jadi Alasan Utama S-Presso Dilirik
Jika ada satu kata yang paling sering dikaitkan dengan S-Presso, jawabannya adalah irit.
Suzuki menyebut konsumsi bahan bakarnya dapat mencapai sekitar 21 km per liter dalam kondisi tertentu. Angka tersebut tentu bukan jaminan konsumsi setiap pengguna karena hasil nyata dipengaruhi gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, tekanan ban, muatan, medan jalan dan penggunaan AC.
Namun, secara konsep, S-Presso memang mempunyai beberapa modal untuk mengejar efisiensi.
Mesin kecil.
Bodi ringan.
Dimensi kompak.
Dan kebutuhan tenaga yang relatif tidak besar untuk mobilitas perkotaan.
Kombinasi tersebut membuat konsumsi bahan bakar menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Bagi orang yang setiap hari menempuh jarak puluhan kilometer, perbedaan konsumsi BBM bisa terasa dalam pengeluaran bulanan.
3. Tangki 27 Liter, Ukurannya Kecil tapi Cukup untuk Harian
Suzuki S-Presso memiliki kapasitas tangki bahan bakar 27 liter.
Sekilas, angka tersebut mungkin terasa kecil.
Namun, tangki berkapasitas kecil juga memiliki keuntungan.
Pengemudi tidak harus mengeluarkan uang terlalu besar setiap kali mengisi bahan bakar hingga penuh.
Suzuki bahkan memberikan gambaran bahwa pengisian penuh S-Presso dapat membutuhkan dana sekitar Rp300 ribuan, tergantung jenis BBM dan harga yang berlaku.
Bagi pengguna dengan anggaran terbatas, hal ini cukup relevan.
Bayangkan seorang pekerja yang harus mengeluarkan biaya transportasi setiap hari.
Jika satu kali pengisian penuh tidak terlalu mahal dan jarak tempuh kendaraan cukup jauh, mobil dapat menjadi kendaraan yang lebih mudah diprediksi pengeluarannya.
Tentu saja, angka biaya pengisian tersebut bisa berubah mengikuti harga BBM.
4. Bodi Kompak Membuat S-Presso Enak untuk Jalan Kota
Ada alasan mengapa mobil kecil masih punya pasar.
Jalanan perkotaan tidak selalu ramah terhadap kendaraan berukuran besar.
Gang sempit, parkiran minim, jalan perumahan, putaran balik yang terbatas, sampai area pertokoan sering kali lebih mudah ditaklukkan mobil mungil.
Suzuki S-Presso memiliki panjang sekitar 3.565 mm dan lebar sekitar 1.520 mm.
Radius putarnya sekitar 5,5 meter.
Kombinasi tersebut membuatnya relatif mudah diajak bermanuver.
Pengemudi pemula juga biasanya lebih mudah memperkirakan ujung bodi mobil ketika kendaraan memiliki dimensi kecil.
Saat mencari tempat parkir, keuntungan tersebut semakin terasa.
S-Presso tidak membutuhkan ruang sepanjang SUV atau MPV.
Di kawasan perkotaan dengan lahan parkir terbatas, ini bisa menjadi kelebihan yang tidak selalu terlihat dalam brosur.
5. Ground Clearance 180 mm, Bukan City Car yang Terlalu Rendah
Satu hal yang cukup menarik dari S-Presso adalah ground clearance-nya.
Suzuki mencantumkan angka sekitar 180 mm.
Bagi city car, angka tersebut cukup tinggi.
Konsep ini membuat S-Presso memiliki sedikit sentuhan karakter crossover.
Pengemudi tidak terlalu khawatir ketika menghadapi polisi tidur.
Jalan yang tidak rata juga lebih mudah dilewati.
Begitu pula ketika harus melewati akses parkir dengan permukaan yang kurang ideal.
Tentu saja, ground clearance tinggi bukan berarti S-Presso bisa digunakan untuk off-road.
Karakter utamanya tetap city car.
Namun, tambahan jarak antara bagian bawah kendaraan dan permukaan jalan memberikan keuntungan untuk kondisi perkotaan Indonesia yang tidak selalu mulus.
6. Pilihan Transmisi Manual dan AGS
Suzuki memberikan dua pilihan transmisi.
Pertama adalah manual 5-percepatan.
Kedua adalah Auto Gear Shift atau AGS.
S-Presso MT cocok untuk konsumen yang masih nyaman mengoperasikan kopling dan menginginkan harga pembelian lebih rendah.
Transmisi manual juga memberikan kontrol langsung terhadap perpindahan gigi.
Sementara itu, AGS menawarkan pendekatan berbeda.
Pengemudi tidak perlu mengoperasikan pedal kopling secara manual.
Bagi orang yang setiap hari melewati lalu lintas padat, hal tersebut bisa menjadi keuntungan.
Bayangkan harus berhenti dan berjalan kembali berkali-kali selama perjalanan.
Penggunaan transmisi otomatis dapat mengurangi pekerjaan kaki kiri.
Tetapi AGS tetap memiliki karakter perpindahan yang berbeda dibandingkan transmisi otomatis konvensional atau CVT.
Pengemudi perlu memahami karakter tersebut agar dapat menggunakannya dengan halus.
7. Ukuran Kecil Bukan Berarti Kabinnya Tidak Fungsional
S-Presso memang bukan mobil besar.
Namun, Suzuki berusaha memaksimalkan ruang kabinnya.
Mobil ini dirancang untuk menampung empat orang dewasa.
Artinya, mobil ini memang lebih cocok untuk pasangan, keluarga kecil, pekerja, mahasiswa atau pengguna yang sebagian besar waktunya berkendara sendiri.
Bila digunakan untuk empat orang, ruang masih tersedia sesuai kapasitasnya.
Tetapi calon pembeli perlu realistis.
Jika kebutuhan utama adalah membawa tujuh orang atau barang dalam jumlah besar, S-Presso bukan jawabannya.
Mobil ini dibuat untuk mobilitas sederhana.
Justru karena itulah dimensinya bisa dipertahankan kecil.
8. Cocok untuk Mobil Pertama
S-Presso mempunyai karakter yang cukup masuk akal sebagai kendaraan pertama.
Kenapa?
Karena mobil pertama biasanya tidak harus mempunyai semua fitur yang tersedia pada mobil kelas premium.
Yang lebih penting adalah:
- Mudah dikendarai.
- Mudah diparkir.
- Konsumsi BBM efisien.
- Harga pembelian relatif terjangkau.
- Biaya operasional dapat dikontrol.
- Ukurannya tidak merepotkan.
S-Presso memenuhi sebagian besar karakter tersebut.
Suzuki sendiri pada 2026 memposisikannya sebagai salah satu pilihan kendaraan pertama bagi Gen Z, dengan menekankan efisiensi, harga dan konektivitas.
Untuk pembeli muda yang sebelumnya hanya menggunakan sepeda motor, S-Presso dapat menjadi salah satu jembatan menuju kendaraan roda empat.
9. Desain Mungil dengan Sentuhan SUV
Desain S-Presso mungkin tidak cocok untuk semua orang.
Namun, justru tampilan unik menjadi identitasnya.
Bentuk bodinya cenderung tegak.
Kap mesin terlihat cukup tinggi.
Gril depan memberikan kesan kokoh.
Ground clearance juga tinggi.
Suzuki tidak membuat S-Presso seperti city car mungil dengan bentuk rendah dan memanjang.
Sebaliknya, mobil ini memberikan sedikit nuansa SUV dalam paket yang jauh lebih kecil.
Konsep tersebut membuat S-Presso terlihat berbeda ketika berada di antara mobil-mobil kota lainnya.
10. Interior Sederhana, tapi Fokus pada Fungsi
Masuk ke kabin S-Presso, jangan berharap material atau desain seperti SUV premium.
Pendekatan Suzuki lebih sederhana.
Namun, kesederhanaan tersebut justru menjadi bagian dari konsep mobil.
Dashboard dibuat untuk memberikan fungsi dasar yang dibutuhkan pengemudi.
Suzuki juga memberikan fitur hiburan dan konektivitas yang ditujukan untuk kebutuhan pengguna modern.
Pada sejumlah konfigurasi, tersedia Bluetooth, USB, AUX dan koneksi smartphone.
Bagi pengguna harian, hal tersebut sudah cukup.
Sebab, mayoritas waktu di dalam mobil mungkin hanya digunakan untuk mendengarkan musik, menerima panggilan, mengikuti navigasi dan mengakses perangkat smartphone.
11. Posisi Duduk Tinggi Menambah Rasa Percaya Diri
Salah satu karakter menarik dari S-Presso adalah posisi duduknya.
Ground clearance yang tinggi membuat posisi kendaraan juga terasa lebih tinggi dibandingkan city car mungil tertentu.
Bagi sebagian pengemudi, posisi seperti ini membuat visibilitas ke depan terasa lebih baik.
Pengemudi dapat melihat kondisi jalan dengan lebih mudah.
Hal tersebut terutama terasa ketika berkendara di tengah lalu lintas padat.
Tentu, persepsi posisi duduk tetap subjektif dan dipengaruhi postur masing-masing pengemudi.
Karena itu, test drive tetap penting.
12. Fitur Keselamatan Tetap Menjadi Perhatian
Mobil murah bukan berarti aspek keselamatan boleh diabaikan.
Suzuki S-Presso dilengkapi dual SRS airbag untuk pengemudi dan penumpang depan.
Ada pula fitur seperti childproof rear door lock untuk membantu mencegah pintu belakang dibuka dari dalam oleh anak-anak.
Namun, calon pembeli perlu memahami bahwa kelengkapan keselamatan S-Presso berada sesuai positioning dan kelas kendaraannya.
Jangan membandingkannya secara langsung dengan SUV premium yang memiliki paket ADAS jauh lebih kompleks.
Untuk penggunaan harian, tetap penting menggunakan sabuk keselamatan setiap saat dan berkendara dengan kecepatan yang sesuai kondisi jalan.
13. Mobil Kecil Lebih Mudah Diajak Menyusuri Gang
Keunggulan S-Presso baru terasa maksimal ketika digunakan di lingkungan perkotaan.
Misalnya, Anda tinggal di kawasan yang memiliki jalan lingkungan sempit.
Saat ada dua mobil berpapasan, mobil berukuran kecil memberikan ruang lebih besar bagi kendaraan lain.
Begitu juga saat harus masuk ke area parkir yang tidak luas.
S-Presso tidak membutuhkan manuver berulang sebanyak mobil dengan dimensi besar.
Inilah salah satu alasan mengapa mobil seperti S-Presso masih memiliki tempat.
Kadang-kadang, mobil yang paling sesuai bukan mobil terbesar, tetapi mobil yang paling sesuai dengan lingkungan tempat kita tinggal dan bekerja.
14. Bobot Ringan Mendukung Efisiensi
Selain mesin kecil, faktor bobot juga penting.
Semakin ringan kendaraan, semakin kecil energi yang dibutuhkan untuk menggerakkannya dalam kondisi tertentu.
Ini membantu menjelaskan mengapa city car dengan mesin kecil dapat menghasilkan konsumsi BBM yang relatif efisien.
S-Presso memanfaatkan konsep tersebut.
Mobil tidak dibuat dengan dimensi besar.
Mesinnya juga tidak besar.
Hasil akhirnya adalah kendaraan yang fokus pada mobilitas sederhana.
Karakter seperti ini cocok untuk perjalanan dari rumah menuju kantor atau kampus yang dilakukan berulang setiap hari.
15. Biaya Penggunaan Bisa Lebih Mudah Dikendalikan
Membeli mobil bukan hanya soal cicilan.
Ada biaya lain yang harus dihitung.
Mulai dari:
- BBM.
- Servis berkala.
- Pajak tahunan.
- Ban.
- Oli mesin.
- Parkir.
- Tol.
- Asuransi.
- Suku cadang.
Di sinilah mobil kecil seperti S-Presso punya peluang.
Mesin 1.0 liter berarti kapasitas oli dan sejumlah kebutuhan servis tidak sebesar mobil dengan mesin lebih besar.
Ban juga menggunakan ukuran yang lebih kecil dibandingkan SUV.
Konsumsi BBM pun diarahkan untuk efisiensi.
Tetap saja, biaya aktual tergantung cara pemakaian dan harga komponen maupun layanan pada periode tertentu.
16. Cocok untuk Pengguna yang Tidak Membutuhkan Mobil Besar
Tidak semua orang membutuhkan SUV.
Jika rutinitas Anda hanya:
rumah → kantor → supermarket → rumah,
maka mobil berukuran besar belum tentu menjadi pilihan paling rasional.
S-Presso menawarkan sesuatu yang lebih sederhana.
Bodi mungil.
Mesin kecil.
Kabin cukup untuk kebutuhan dasar.
Bagasi dan ruang interior disesuaikan dengan karakter city car.
Mobil seperti ini tidak menawarkan kemewahan berlebihan.
Namun, ia menawarkan kemudahan.
Dan bagi pengguna harian, kemudahan tersebut justru sering kali lebih penting.
17. Bagaimana S-Presso Saat Dipakai di Jalan Tol?
S-Presso tetap bisa digunakan di jalan tol.
Namun, pengemudi perlu memahami karakter mobil.
Mesin 1.0 liter dengan tenaga 66 hp tidak ditujukan untuk mengejar akselerasi cepat.
Ketika masuk jalan tol, pengemudi perlu memastikan momentum dan menjaga jarak aman.
Untuk menyalip, perhitungkan kondisi lalu lintas dengan matang.
Mobil kecil tidak berarti tidak boleh digunakan di jalan tol.
Hanya saja, karakter berkendaranya berbeda dari mobil dengan mesin 1.5 atau 2.0 liter.
S-Presso lebih cocok menjadi kendaraan mobilitas harian perkotaan daripada kendaraan yang digunakan untuk mengejar performa.
18. Apakah S-Presso Cocok untuk Mudik?
Bisa, tetapi ada catatan.
S-Presso mampu digunakan untuk perjalanan luar kota.
Namun, jika membawa empat orang dewasa sekaligus dengan barang bawaan penuh, ruang dan performanya harus diperhitungkan.
Untuk perjalanan jauh bersama keluarga besar, MPV mungkin lebih ideal.
Sebaliknya, jika digunakan oleh dua atau tiga orang dengan barang bawaan secukupnya, S-Presso dapat menjalankan tugas tersebut.
Kuncinya adalah tidak memaksakan kapasitas kendaraan.
19. S-Presso Bukan Mobil untuk Mengejar Gengsi
Ini mungkin bagian yang paling penting.
S-Presso tidak dibuat untuk konsumen yang menginginkan mobil mewah.
Mobil ini juga bukan pilihan utama bagi orang yang mencari performa tinggi.
S-Presso punya filosofi yang berbeda:
praktis, sederhana dan efisien.
Harga pembelian dijaga agar lebih mudah dijangkau.
Mesin dibuat kecil.
Dimensi dibuat kompak.
Fitur diberikan sesuai kebutuhan.
Jadi, pembeli S-Presso sebaiknya memang mengutamakan fungsi.
Jika kebutuhan utama adalah mobilitas harian murah dan praktis, konsepnya masuk akal.
20. S-Presso Bisa Menjadi Alternatif dari Motor untuk Mobilitas Harian
Kenaikan kebutuhan akan kendaraan pribadi membuat sebagian pengguna motor mulai mempertimbangkan mobil.
Masalahnya, harga mobil baru tidak murah.
Di sinilah S-Presso bisa menjadi salah satu opsi.
Dibandingkan motor, S-Presso tentu memberikan perlindungan cuaca yang lebih baik.
Ketika hujan turun, pengguna tidak langsung terkena air.
Ketika cuaca panas, AC membantu menjaga suhu kabin.
Ada pula ruang untuk membawa barang.
Bagi pasangan muda atau pekerja yang mulai membutuhkan kendaraan lebih nyaman, peralihan dari motor ke city car seperti S-Presso dapat menjadi salah satu pilihan.
S-Presso MT atau AGS, Pilih Mana?
Pertanyaan ini cukup penting.
Pilih S-Presso MT Jika…
Anda ingin harga pembelian lebih murah.
Anda juga nyaman mengoperasikan kopling dan ingin kontrol perpindahan gigi secara manual.
Versi MT cocok untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan mobil manual.
Harga acuan terbaru yang tersedia adalah Rp173,1 juta OTR Jakarta.
Pilih S-Presso AGS Jika…
Anda lebih banyak berkendara di perkotaan.
Kemacetan menjadi bagian dari rutinitas.
Anda ingin mengurangi pekerjaan kaki kiri saat berkendara.
Harga acuan AGS mencapai Rp184,6 juta OTR Jakarta.
Dengan selisih sekitar Rp11,5 juta, keputusan akhirnya kembali pada kebutuhan.
Jangan hanya melihat harga awal.
Pertimbangkan juga kenyamanan selama bertahun-tahun menggunakan mobil.
Perbandingan Karakter S-Presso MT dan AGS
| Faktor | S-Presso MT | S-Presso AGS |
|---|---|---|
| Harga acuan OTR Jakarta | Rp173,1 juta | Rp184,6 juta |
| Transmisi | Manual 5-percepatan | Auto Gear Shift |
| Pedal kopling | Ada | Tidak dioperasikan manual |
| Cocok untuk | Pengguna yang suka kontrol manual | Pengguna perkotaan |
| Kemacetan | Perlu lebih aktif | Lebih praktis |
| Efisiensi | Berpotensi efisien dengan teknik berkendara tepat | Dirancang tetap efisien |
| Karakter | Lebih konvensional | Lebih praktis |
Harga di atas mengacu pada daftar resmi Suzuki yang tersedia untuk OTR Jakarta Juli 2026 dan dapat berubah.
Berapa Konsumsi BBM S-Presso Sebenarnya?
Pertanyaan ini tidak bisa dijawab hanya dengan satu angka.
Suzuki menyebut angka hingga sekitar 21 km/liter.
Tetapi dalam penggunaan sehari-hari, hasilnya bisa berbeda.
Misalnya, mobil yang digunakan di jalanan macet Jakarta akan memiliki konsumsi berbeda dibandingkan mobil yang melaju konstan di jalan luar kota.
Gaya berkendara juga berpengaruh.
Pengemudi yang sering melakukan akselerasi mendadak dan pengereman keras tentu akan mendapatkan hasil berbeda dibandingkan orang yang menginjak pedal gas secara halus.
Tekanan ban juga berpengaruh.
Begitu pula kondisi mesin, beban penumpang, penggunaan AC dan kualitas bahan bakar.
Jadi, angka 21 km/liter lebih tepat dipahami sebagai gambaran efisiensi yang dapat dicapai dalam kondisi tertentu, bukan angka pasti yang akan didapat setiap pemilik.
Cara Membuat Suzuki S-Presso Semakin Irit
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu.
1. Jangan Sering Menginjak Gas Mendadak
Akselerasi agresif membuat mesin bekerja lebih berat.
2. Jaga Tekanan Ban
Ban yang kekurangan angin dapat meningkatkan hambatan gulir.
3. Hindari Membawa Barang Tidak Perlu
Beban ekstra berarti mesin harus membawa bobot tambahan.
4. Servis Berkala
Oli, filter udara, busi dan komponen lainnya perlu diperiksa sesuai jadwal.
5. Manfaatkan Momentum
Tidak perlu terus-menerus melakukan akselerasi lalu pengereman.
6. Gunakan AC Secara Bijak
AC dibutuhkan untuk kenyamanan, tetapi penggunaan yang tidak efisien dapat memengaruhi konsumsi energi.
7. Jangan Mengejar Angka Konsumsi
Yang paling penting adalah berkendara aman.
Penghematan BBM tidak seharusnya membuat pengemudi mengemudi terlalu lambat atau mengganggu pengguna jalan lain.
Kelebihan Suzuki S-Presso untuk Harian
Jika dirangkum, ada sejumlah kelebihan yang membuat S-Presso menarik:
Pertama, konsumsi bahan bakar berpotensi efisien.
Mesin 1.0 liter dan bobot ringan menjadi modal utama.
Kedua, bodi kompak.
Mudah digunakan di jalan sempit dan parkiran terbatas.
Ketiga, ground clearance tinggi.
Angka sekitar 180 mm membuatnya lebih percaya diri melewati jalan yang tidak rata.
Keempat, harga pembelian relatif terjangkau.
Harga acuan mulai Rp173,1 juta OTR Jakarta.
Kelima, tersedia AGS.
Pengguna yang ingin kemudahan berkendara tidak harus menggunakan transmisi manual.
Keenam, biaya operasional berpotensi ringan.
Mesin kecil dan dimensi kompak membuatnya cocok untuk penggunaan rutin.
Ketujuh, desain berbeda.
Bentuknya tidak seperti city car biasa.
Kekurangan Suzuki S-Presso yang Perlu Dipahami
Namun, pembeli juga harus realistis.
S-Presso bukan mobil sempurna.
Tenaga Terbatas
Mesin 1.0 liter 3-silinder cukup untuk kota, tetapi bukan untuk mengejar performa.
Kabin Tidak Sebesar MPV
Kapasitasnya empat orang, sehingga tidak cocok untuk keluarga besar.
Fitur Tidak Sebanyak Mobil Lebih Mahal
Karena positioning harga, kelengkapan tidak bisa disamakan dengan SUV premium.
Karakter AGS Perlu Adaptasi
Transmisi AGS memiliki karakter berbeda dari CVT atau AT konvensional.
Tidak Cocok untuk Semua Kebutuhan
Jika Anda rutin bepergian dengan banyak penumpang dan barang, mobil yang lebih besar mungkin lebih masuk akal.
Apakah Suzuki S-Presso Masih Layak Dibeli pada Agustus 2026?
Jawabannya kembali kepada kebutuhan.
Jika Anda mencari:
- Mobil baru dengan harga relatif terjangkau.
- Kendaraan irit untuk aktivitas sehari-hari.
- Mobil kecil untuk jalan perkotaan.
- Kendaraan pertama.
- Mobil yang mudah diparkir.
- Kendaraan dengan ground clearance tinggi.
- Pilihan transmisi manual atau AGS.
Maka S-Presso masih layak masuk daftar pertimbangan.
Apalagi harga acuan terbaru yang tersedia masih berada di bawah Rp200 juta.
Namun, jika Anda membutuhkan mobil untuk tujuh penumpang, sering membawa barang besar, atau menginginkan performa tinggi, S-Presso jelas bukan pilihan paling tepat.
Siapa yang Paling Cocok Membeli S-Presso?
S-Presso sangat cocok untuk pengguna dengan pola perjalanan sederhana.
Pekerja Perkotaan
Berangkat dan pulang kantor setiap hari.
Mahasiswa atau Pengguna Muda
Membutuhkan kendaraan pribadi yang lebih aman dan nyaman daripada motor.
Pasangan Muda
Tidak membutuhkan mobil besar tetapi ingin memiliki kendaraan sendiri.
Pemilik Mobil Pertama
Mengutamakan harga dan biaya penggunaan.
Pengguna Motor yang Ingin Naik Kelas
Membutuhkan perlindungan dari hujan dan panas.
Pengguna yang Tinggal di Area Padat
Membutuhkan mobil yang mudah masuk gang dan parkir.
Kesimpulan
Suzuki S-Presso Agustus 2026 masih memiliki alasan kuat untuk dipertimbangkan sebagai mobil harian yang irit dan praktis.
Mobil ini memang tidak menawarkan mesin besar.
Tidak memiliki kabin sebesar MPV.
Dan bukan kendaraan yang dirancang untuk mengejar performa tinggi.
Namun, justru kesederhanaan tersebut menjadi kekuatannya.
Mesin K10C 998 cc tiga silinder menghasilkan tenaga sekitar 66 hp dan torsi 89 Nm. Bobot kendaraan yang ringan serta dimensi kompak membuatnya sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan.
Ground clearance sekitar 180 mm juga membuat S-Presso memiliki keunggulan tersendiri ketika harus melewati jalan bergelombang, polisi tidur atau akses jalan yang tidak terlalu mulus.
Kemudian ada konsumsi BBM yang diklaim Suzuki dapat mencapai sekitar 21 km/liter dalam kondisi tertentu.
Bagi pengguna yang setiap hari menempuh perjalanan rutin, efisiensi seperti ini tentu menjadi pertimbangan penting.
Dari sisi harga, New S-Presso MT tercatat Rp173,1 juta dan versi AGS Rp184,6 juta OTR Jakarta pada daftar harga Juli 2026 yang menjadi acuan terbaru tersedia menjelang Agustus. Harga dapat berubah dan berbeda berdasarkan wilayah.
Dengan demikian, S-Presso masih punya posisi yang cukup jelas.
Ia bukan mobil untuk mengejar gengsi, melainkan mobil untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan cara yang sederhana.
Jika kebutuhan Anda hanya pergi kerja, mengantar keluarga kecil, berbelanja, menuju kampus atau beraktivitas di dalam kota, tidak ada alasan harus menggunakan mobil berukuran besar.
Kadang-kadang, kendaraan terbaik justru adalah kendaraan yang cukup untuk kebutuhan kita.
Dan dalam konteks tersebut, Suzuki S-Presso masih menjadi salah satu city car yang menarik untuk dipertimbangkan pada 2026.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia