Honda CR-V e:HEV 2026 hadir sebagai SUV hybrid premium dengan teknologi e:HEV, tenaga hingga 207 PS, Honda Sensing, Honda CONNECT dan berbagai fitur kenyamanan untuk perjalanan keluarga.
Persaingan mobil hybrid di Indonesia semakin ramai. Konsumen sekarang tidak lagi hanya dihadapkan pada pilihan mobil bermesin bensin konvensional, tetapi juga kendaraan elektrifikasi dengan beragam teknologi.
Di tengah perkembangan tersebut, Honda CR-V e:HEV 2026 masih memiliki daya tarik kuat sebagai SUV hybrid kelas premium.
Bukan tanpa alasan.
CR-V sudah memiliki perjalanan panjang di Indonesia. Model ini pertama kali hadir di Tanah Air pada 2000 dan selama lebih dari dua dekade berkembang dari SUV yang identik dengan gaya rekreasi menjadi kendaraan keluarga yang semakin premium. Honda sendiri menyebut basis pengguna CR-V didominasi konsumen loyal yang menjadikannya kendaraan utama untuk berbagai kebutuhan.
Pada 2026, Honda memperluas pilihan CR-V dengan menghadirkan New Honda CR-V e:HEV.
Menariknya, Honda tidak sekadar menambahkan teknologi hybrid ke SUV tersebut.
Produsen asal Jepang ini mempertahankan karakter utama CR-V sebagai kendaraan yang mengedepankan kenyamanan, kualitas dan ketenangan berkendara.
Varian baru CR-V e:HEV dibanderol Rp775 juta OTR Jakarta, sedangkan versi tertingginya, CR-V RS e:HEV, dipasarkan dengan harga rekomendasi Rp825,8 juta OTR Jakarta untuk kepemilikan mobil pertama pada 2026.
Lantas, apa yang membuat CR-V e:HEV 2026 tetap menarik di tengah semakin banyaknya SUV hybrid?
Berikut sejumlah keunggulannya.
1. Teknologi e:HEV Menawarkan Karakter Berkendara yang Berbeda
Salah satu alasan utama orang melirik CR-V e:HEV tentu berada pada sistem hybridnya.
Honda menggunakan teknologi e:HEV, yang memiliki karakter berbeda dari sistem hybrid konvensional yang sekadar mengandalkan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama.
Pada kondisi tertentu, motor listrik memiliki peran dominan dalam menggerakkan kendaraan.
Mesin bensin kemudian bekerja sesuai kebutuhan sistem untuk membantu menghasilkan energi atau menggerakkan kendaraan pada kondisi tertentu.
Honda merancang sistem tersebut supaya pengemudi tetap mendapatkan respons khas motor listrik, tetapi tidak perlu bergantung pada charger eksternal seperti mobil listrik murni.
Dengan kata lain, pemilik CR-V e:HEV tidak harus mencari tempat untuk mengisi baterai melalui kabel.
Baterai mendapatkan energi dari sistem kendaraan, termasuk melalui regenerative braking.
Honda menjelaskan teknologi e:HEV mampu mengisi baterai secara otomatis melalui kombinasi mesin dan regenerative braking ketika kendaraan berjalan.
Bagi konsumen yang ingin mencoba mobil elektrifikasi tetapi belum siap beralih sepenuhnya ke EV, pendekatan seperti ini menjadi nilai tambah.
2. Tenaga 207 PS, Bukan SUV Hybrid yang Lemot
Satu anggapan yang masih sering muncul ketika membahas kendaraan hybrid adalah mobil hemat bahan bakar identik dengan performa biasa saja.
CR-V e:HEV justru mengambil arah berbeda.
Honda membekalinya dengan mesin 2.0 liter DOHC i-VTEC yang dipadukan dengan motor listrik dan Electrical Continuously Variable Transmission.
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga maksimal hingga 207 PS.
Angka tersebut cukup besar untuk sebuah SUV keluarga.
Namun, yang menarik bukan hanya angka tenaga maksimum.
Karakter motor listrik membuat respons ketika pedal gas diinjak dapat terasa lebih spontan. Motor listrik mampu menghasilkan torsi sejak putaran awal sehingga akselerasi awal tidak harus menunggu mesin bensin mencapai putaran tertentu.
Inilah salah satu karakter yang biasanya membuat kendaraan hybrid terasa berbeda dibandingkan mobil bensin biasa.
Pengemudi mendapatkan respons yang cepat ketika keluar dari lampu merah, menyalip atau masuk ke jalan dengan arus lalu lintas padat.
3. Empat Mode Berkendara untuk Menyesuaikan Karakter Mobil
CR-V e:HEV 2026 tidak hanya menawarkan satu karakter berkendara.
Honda menyediakan empat mode berkendara, yaitu:
- Normal
- ECON
- Sport
- Individual
Mode Normal menjadi pilihan untuk penggunaan harian.
Sementara ECON bisa dipilih ketika pengemudi ingin mengutamakan efisiensi.
Untuk pengemudi yang menginginkan respons lebih agresif, terdapat Sport.
Kemudian Individual memungkinkan pengaturan karakter tertentu sesuai preferensi pengemudi.
Fitur seperti ini mungkin terlihat sederhana.
Namun, bagi SUV dengan karakter premium, pilihan mode berkendara dapat membuat kendaraan terasa lebih fleksibel.
Ketika digunakan dalam perjalanan santai bersama keluarga, karakter yang nyaman bisa dipilih.
Sebaliknya, ketika jalan mulai terbuka dan pengemudi ingin menikmati performanya, mode Sport dapat digunakan.
4. Tidak Perlu Repot Mengisi Baterai dari Stopkontak
Ini menjadi salah satu kelebihan paling praktis CR-V e:HEV.
Meski menggunakan baterai dan motor listrik, kendaraan ini tidak perlu di-charge menggunakan kabel dari sumber listrik eksternal.
Sistem e:HEV mengatur pengisian baterai secara otomatis.
Energi dapat diperoleh melalui mesin bensin dan proses regenerative braking.
Dengan demikian, pemilik tidak perlu memasang wall charger di rumah.
Tidak perlu menghitung kebutuhan daya listrik rumah.
Tidak perlu mencari SPKLU untuk penggunaan sehari-hari.
Dan tidak perlu mengubah kebiasaan parkir hanya untuk mengisi baterai.
Honda memang merancang e:HEV sebagai sistem hybrid yang bisa bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pengemudi.
Bagi konsumen yang baru masuk dunia elektrifikasi, pendekatan ini terasa lebih sederhana.
5. Kenyamanan Tetap Menjadi Senjata Utama
Kalau berbicara soal CR-V, pembahasan tidak bisa berhenti di mesin dan teknologi hybrid.
Salah satu alasan SUV ini mempunyai penggemar loyal adalah karakter kenyamanannya.
CR-V e:HEV 2026 tetap membawa konsep tersebut.
Honda menempatkannya sebagai SUV flagship dengan fokus pada kenyamanan, kualitas dan ketenangan berkendara.
Kabin lima penumpang dirancang dengan ruang yang cukup lega.
Posisi duduk pengemudi juga dibuat untuk mendukung perjalanan panjang.
Untuk varian RS e:HEV, Honda memberikan ventilated front seats yang membuat perjalanan dalam kondisi cuaca panas menjadi lebih nyaman. Varian ini juga mendapatkan sistem pendingin kabin dual-zone yang telah diperbarui.
Fitur tersebut bukan sekadar pemanis.
Bagi konsumen yang menggunakan CR-V sebagai kendaraan utama keluarga, kenyamanan selama perjalanan justru bisa lebih penting daripada angka akselerasi.
6. Kabin Premium dengan Banyak Fitur Penunjang
Masuk ke dalam kabin CR-V e:HEV, karakter premium semakin terlihat.
Honda menyediakan 9-inch Display Audio dengan Google built-in.
Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan sejumlah fungsi seperti navigasi, musik dan komunikasi.
Kemudian terdapat wireless charging untuk smartphone.
Bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh, fitur ini cukup membantu karena ponsel dapat diisi tanpa harus bergantung pada kabel sepanjang perjalanan.
Untuk varian RS, sistem audio juga menggunakan BOSE 12 speaker.
Bukan hanya soal suara yang lebih premium, tetapi juga memberikan pengalaman kabin yang lebih menyenangkan ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh.
7. Honda CONNECT dengan Digital Key
Teknologi mobil modern semakin bergerak ke arah konektivitas.
CR-V e:HEV 2026 juga mengadopsi pendekatan tersebut melalui Honda CONNECT with Digital Key.
Fitur ini memungkinkan sejumlah fungsi kendaraan diakses melalui aplikasi.
Honda menjelaskan Honda CONNECT dapat digunakan untuk memantau kondisi kendaraan, memberikan informasi tertentu, hingga mendukung fungsi akses kendaraan.
Kehadiran Digital Key juga membuat pengalaman kepemilikan terasa lebih modern.
Pemilik tidak hanya menggunakan mobil sebagai kendaraan.
Mobil mulai terintegrasi dengan perangkat digital yang digunakan sehari-hari.
8. Honda Sensing Menjadi Nilai Penting untuk Keselamatan
SUV keluarga tidak cukup hanya nyaman.
Aspek keselamatan menjadi salah satu faktor penting.
Honda CR-V e:HEV dilengkapi teknologi Honda Sensing.
Di dalamnya terdapat sejumlah fitur bantuan pengemudi seperti:
- Collision Mitigation Braking System atau CMBS
- Lane Keeping Assist System atau LKAS
- Adaptive Cruise Control dengan Low Speed Follow
- Auto High Beam
- Adaptive Driving Beam
- Road Departure Mitigation
- Lead Car Departure Notification System
Fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu pengemudi menghadapi berbagai kondisi di jalan.
Contohnya, Adaptive Cruise Control dengan Low Speed Follow dapat membantu menjaga jarak dengan kendaraan di depan.
Sementara LKAS membantu mempertahankan posisi kendaraan pada jalurnya.
CMBS berfungsi membantu mengurangi risiko atau dampak tabrakan ketika sistem mendeteksi potensi benturan.
Tetapi tetap perlu diingat, Honda Sensing bukan pengganti konsentrasi pengemudi.
Sistem tersebut merupakan perangkat pendukung.
Pengemudi tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab mengendalikan kendaraan.
9. BSI Hadir pada CR-V e:HEV 2026
Salah satu pembaruan penting pada CR-V e:HEV 2026 adalah hadirnya Blind Spot Information System atau BSI.
Fitur tersebut membantu pengemudi ketika terdapat kendaraan lain yang berada di area blind spot.
Keberadaan BSI sangat relevan untuk SUV berukuran besar.
Ketika berkendara di jalan tol atau lalu lintas perkotaan yang padat, berpindah jalur membutuhkan perhatian ekstra.
Sistem seperti BSI memberikan informasi tambahan kepada pengemudi sehingga risiko salah memperkirakan posisi kendaraan di sisi belakang dapat ditekan. Honda memasukkan BSI sebagai salah satu peningkatan pada New CR-V e:HEV 2026.
10. Struktur Bodi Tetap Menjadi Bagian Penting
Fitur elektronik memang menarik.
Tetapi keselamatan mobil tidak hanya bergantung pada ADAS.
Struktur bodi tetap menjadi fondasi.
Honda menggunakan konstruksi G-CON + ACE dengan Side Impact Beam pada CR-V.
Struktur tersebut dirancang untuk membantu meredam dan menyalurkan energi benturan sehingga perlindungan terhadap ruang kabin dapat ditingkatkan.
CR-V juga dibekali delapan airbag.
Artinya, perlindungan kendaraan tidak hanya mengandalkan teknologi yang bekerja sebelum kecelakaan terjadi, tetapi juga perangkat keselamatan pasif ketika benturan tidak dapat dihindari.
11. Fitur Parkir Semakin Lengkap
Ukuran CR-V yang besar memang memberikan keuntungan dari sisi kabin dan kenyamanan.
Tetapi dimensi tersebut juga bisa menjadi tantangan ketika parkir di area sempit.
Honda mengantisipasinya melalui berbagai perangkat bantuan parkir.
CR-V dibekali sensor parkir delapan titik di bagian depan dan belakang.
Untuk CR-V RS e:HEV 2026, Honda juga menghadirkan Multi-View Camera Assist.
Fitur ini membantu pengemudi melihat area di sekitar kendaraan ketika melakukan manuver pada lokasi yang terbatas.
Bagi SUV dengan dimensi besar, fitur semacam ini bukan sekadar gimmick.
Justru sangat berguna ketika kendaraan harus bermanuver di basement apartemen, parkiran mal atau jalan sempit.
12. Power Tailgate Memudahkan Aktivitas Keluarga
Satu lagi fitur yang cukup terasa dalam penggunaan sehari-hari adalah Hands-Free Access Power Tailgate with Walk-Away Close.
Bayangkan ketika tangan sedang membawa belanjaan.
Pengemudi tidak perlu repot membuka bagasi secara manual.
Untuk varian tertentu, pintu bagasi dapat dioperasikan dengan lebih praktis melalui sistem hands-free.
Kemudian terdapat fitur Walk-Away Close yang membantu menutup bagasi ketika pemilik meninggalkan kendaraan.
Fitur seperti ini mungkin tidak menentukan performa.
Tetapi dalam pemakaian sehari-hari, justru fitur praktis semacam inilah yang sering paling terasa manfaatnya.
13. Ada Head-Up Display pada Varian RS
CR-V RS e:HEV membawa fitur yang biasanya ditemukan pada mobil premium.
Salah satunya adalah Head-Up Display atau HUD.
Informasi tertentu dapat ditampilkan pada area pandang pengemudi sehingga pengemudi tidak harus terlalu sering mengalihkan pandangan ke panel instrumen.
Honda juga membekali CR-V RS dengan 8-way power driver seat with lumbar support dan driver memory seat.
Untuk perjalanan jauh, pengaturan posisi duduk yang lebih lengkap tentu memiliki manfaat.
Pengemudi dapat menyesuaikan posisi duduk dengan postur tubuh dan menyimpan konfigurasi tertentu.
14. Panoramic Sunroof Membuat Kabin Terasa Lebih Terbuka
CR-V RS e:HEV juga memiliki power panoramic sunroof.
Fitur ini memberikan kesan kabin yang lebih lapang dan terang.
Pada perjalanan malam, panoramic sunroof juga bisa memberikan pengalaman berbeda ketika pengemudi dan penumpang menikmati pemandangan langit.
Namun, fitur ini lebih tepat dilihat sebagai pelengkap kenyamanan dan pengalaman premium.
Bukan sebagai alasan utama membeli CR-V.
15. Shift B Membantu Saat Jalan Menurun
Teknologi hybrid bukan hanya soal akselerasi.
CR-V e:HEV juga memiliki Shift B.
Honda menjelaskan fitur tersebut dapat digunakan untuk memberikan perlambatan ketika kendaraan melewati jalan menurun sekaligus membantu pengaturan pengisian baterai.
Pada perjalanan di daerah pegunungan, fitur seperti ini bisa membantu pengemudi mengontrol laju kendaraan.
Ada pula Deceleration Paddle Selectors yang memungkinkan pengemudi mengatur intensitas deselerasi.
Dengan demikian, pengalaman berkendara CR-V e:HEV tidak hanya mengandalkan pedal rem konvensional.
16. Baterai Hybrid Mendapat Garansi 8 Tahun
Salah satu kekhawatiran calon pembeli mobil hybrid adalah umur baterai.
Pertanyaan yang sering muncul:
Bagaimana kalau baterainya rusak?
Honda memberikan perlindungan untuk baterai tegangan tinggi e:HEV selama 8 tahun atau 160.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Garansi ini menjadi nilai penting karena baterai merupakan salah satu komponen utama dalam sistem hybrid.
Bagi pembeli yang masih ragu masuk ke kendaraan elektrifikasi, adanya perlindungan jangka panjang dapat memberikan rasa lebih tenang.
17. Tidak Mengubah Kebiasaan Pengguna Mobil Konvensional Secara Drastis
Inilah mungkin salah satu alasan paling masuk akal mengapa CR-V e:HEV mudah diterima.
Pengguna tidak perlu belajar mengisi baterai seperti kendaraan listrik murni.
Tidak perlu memasang wall charger.
Tidak perlu menghitung kapan harus pergi ke SPKLU.
Tidak perlu memikirkan jarak tempuh berdasarkan sisa baterai saja.
Cukup isi bahan bakar ketika diperlukan.
Sistem hybrid bekerja secara otomatis di belakang layar.
Bagi konsumen yang ingin merasakan manfaat elektrifikasi tetapi belum siap meninggalkan mesin bensin, konsep tersebut cukup ideal.
18. CR-V Tetap Punya Identitas sebagai SUV Keluarga
Teknologi boleh berubah.
Tetapi karakter dasar CR-V masih dipertahankan.
Mobil ini tetap ditujukan untuk konsumen yang menginginkan kendaraan keluarga dengan posisi berkendara tinggi, kabin nyaman, bagasi lega dan kemampuan perjalanan jarak jauh.
Itulah yang membuat CR-V berbeda dengan kendaraan hybrid yang hanya mengejar angka konsumsi BBM.
Honda ingin membuat teknologi hybrid terasa sebagai bagian dari pengalaman CR-V, bukan mengubah CR-V menjadi mobil yang sama sekali berbeda.
Harga Honda CR-V e:HEV 2026
Untuk pasar Indonesia, Honda menghadirkan dua pilihan utama CR-V e:HEV 2026.
New Honda CR-V e:HEV:
Rp775.000.000
New Honda CR-V RS e:HEV:
Rp825.800.000
Harga tersebut merupakan harga rekomendasi OTR Jakarta untuk kepemilikan mobil pertama pada 2026 dan dapat berubah mengikuti kebijakan maupun wilayah.
Dengan selisih harga sekitar Rp50 jutaan, konsumen perlu mempertimbangkan apakah fitur tambahan pada RS memang sesuai kebutuhan.
Jika mencari teknologi hybrid dengan karakter premium tetapi ingin menekan harga pembelian, varian e:HEV bisa menjadi opsi menarik.
Namun, jika menginginkan fitur kenyamanan dan tampilan yang lebih lengkap, RS e:HEV menawarkan paket lebih tinggi.
CR-V e:HEV Bukan SUV Hybrid Termurah
Ini perlu ditegaskan.
Honda CR-V e:HEV bukan kendaraan yang diposisikan untuk menjadi SUV hybrid paling murah.
Harga mulai Rp775 juta menempatkannya di wilayah SUV premium.
Karena itu, calon pembeli tidak seharusnya hanya menghitung konsumsi BBM.
Ada aspek lain yang harus diperhitungkan.
Mulai dari kenyamanan kabin, kualitas material, fitur keselamatan, teknologi hybrid, jaringan servis, garansi baterai hingga reputasi CR-V sebagai kendaraan keluarga.
Dengan pendekatan seperti itu, harga CR-V e:HEV menjadi lebih mudah dipahami.
Kenapa CR-V e:HEV Bisa Disebut Favorit?
Kata “favorit” sebenarnya sangat subjektif.
Tidak semua konsumen akan menempatkan CR-V sebagai pilihan pertama.
Namun, ada sejumlah alasan yang membuat model ini tetap mempunyai daya tarik kuat.
Pertama, CR-V memiliki nama besar yang sudah dikenal selama bertahun-tahun.
Kedua, teknologi e:HEV memberikan transisi yang relatif mudah bagi pengguna mobil bensin menuju elektrifikasi.
Ketiga, performanya tetap kuat dengan output hingga 207 PS.
Keempat, kabinnya dirancang untuk kenyamanan keluarga.
Kelima, fitur keselamatan dan bantuan pengemudi tergolong lengkap.
Dan keenam, konsumen tidak perlu memikirkan charging eksternal.
Kombinasi inilah yang membuat CR-V e:HEV berada pada posisi menarik.
Bukan Sekadar Soal Irit BBM
Ketika membicarakan mobil hybrid, konsumsi bahan bakar sering menjadi topik utama.
Padahal, teknologi hybrid menawarkan lebih banyak hal.
Motor listrik dapat memberikan respons lebih cepat.
Regenerative braking dapat mengembalikan sebagian energi ke baterai.
Mesin bensin tidak harus bekerja dengan pola yang sama seperti kendaraan konvensional dalam setiap kondisi.
Dan sistem elektronik dapat menentukan sumber tenaga yang paling sesuai berdasarkan situasi berkendara.
CR-V e:HEV menggabungkan semua hal tersebut dalam satu sistem yang bekerja otomatis.
Jadi, daya tarik utamanya bukan sekadar:
“Mobil ini irit.”
Lebih tepat jika dikatakan:
“Mobil ini berusaha memberikan pengalaman berkendara yang lebih efisien tanpa mengorbankan kenyamanan dan performa.”
Bagaimana dengan Perawatan?
Mobil hybrid memiliki sistem yang lebih kompleks dibandingkan mobil bensin biasa.
Namun, pemilik tetap tidak perlu melakukan perawatan khusus setiap hari.
Kuncinya adalah mengikuti jadwal servis yang ditentukan.
Sistem baterai, motor listrik, mesin bensin dan komponen pendukung harus diperiksa sesuai jadwal.
Pemilik juga sebaiknya tidak mengabaikan indikator peringatan yang muncul pada panel instrumen.
Untuk mobil hybrid modern, diagnosis elektronik juga menjadi bagian penting dalam perawatan.
Karena itu, servis di jaringan resmi atau bengkel yang memiliki kemampuan menangani sistem hybrid menjadi pilihan paling aman.
Apakah CR-V e:HEV Cocok untuk Perjalanan Jauh?
Jawabannya ya.
Justru ini salah satu keunggulan sistem hybrid non-plug-in.
Ketika baterai memiliki energi yang rendah, pengguna tidak harus berhenti untuk melakukan charging.
Mesin bensin tetap menyediakan sumber energi.
Untuk perjalanan luar kota, pengguna hanya perlu memastikan bahan bakar mencukupi.
Hal ini membuat CR-V e:HEV cocok untuk konsumen yang menggunakan mobil di dalam kota sekaligus sering melakukan perjalanan antarwilayah.
Di perkotaan, motor listrik dapat memberikan respons dan karakter berkendara yang halus.
Di perjalanan panjang, mesin bensin memberikan fleksibilitas.
CR-V e:HEV 2026 Cocok untuk Siapa?
Mobil ini paling cocok untuk beberapa kelompok konsumen.
Keluarga yang Menginginkan SUV Premium
Kabin luas dan fitur kenyamanan membuat CR-V cocok sebagai kendaraan keluarga.
Pengguna yang Ingin Beralih ke Hybrid
Tidak perlu mengubah rutinitas charging.
Pengemudi yang Menginginkan Performa
Output 207 PS memberikan modal performa yang kuat.
Konsumen yang Mengutamakan Keselamatan
Honda Sensing, delapan airbag dan berbagai perangkat keselamatan menjadi nilai tambah.
Pengguna dengan Mobilitas Tinggi
Sistem hybrid non-plug-in membuat kendaraan tetap fleksibel untuk perjalanan jauh.
Kekurangan yang Tetap Harus Dipertimbangkan
Tidak ada mobil yang sempurna.
CR-V e:HEV juga memiliki beberapa hal yang perlu dipikirkan sebelum membeli.
Pertama, harga belinya cukup tinggi.
Kedua, ukuran bodi yang besar tidak selalu ideal untuk pengguna yang setiap hari berhadapan dengan jalan sempit atau parkiran kecil.
Ketiga, konsumen yang mengejar penghematan biaya secara ekstrem mungkin akan menemukan SUV hybrid lain dengan harga lebih terjangkau.
Keempat, teknologi hybrid memiliki sistem yang lebih kompleks dibandingkan mobil bensin biasa.
Karena itu, calon pembeli perlu menghitung biaya kepemilikan secara keseluruhan.
Kesimpulan
Honda CR-V e:HEV 2026 tetap punya alasan kuat untuk dipertimbangkan sebagai salah satu SUV hybrid premium di Indonesia.
Daya tariknya bukan hanya berasal dari label hybrid.
Honda menawarkan kombinasi antara performa, efisiensi, kenyamanan, keselamatan dan teknologi dalam satu paket.
Sistem e:HEV memungkinkan motor listrik berperan dominan dalam kondisi tertentu, sementara mesin bensin tetap memberikan fleksibilitas ketika perjalanan membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.
Tenaga hingga 207 PS membuat CR-V e:HEV tidak kehilangan karakter bertenaga. Empat mode berkendara memberikan fleksibilitas, sedangkan fitur Shift B dan paddle selector memberikan kontrol tambahan ketika pengemudi menghadapi jalan menurun.
Di sisi lain, Honda Sensing, delapan airbag, BSI, sensor parkir, struktur G-CON + ACE dan berbagai fitur bantuan pengemudi membuat aspek keselamatan menjadi salah satu kekuatan utama.
Belum lagi kabin dengan panoramic sunroof, ventilated seat pada RS, Bose 12 speaker, wireless charging, Google built-in, Honda CONNECT dan Digital Key.
Jadi, CR-V e:HEV 2026 bukan sekadar mobil yang ingin terlihat modern karena menggunakan teknologi hybrid.
Honda justru mencoba menjadikan elektrifikasi sebagai bagian dari karakter CR-V yang sudah dikenal konsumen selama bertahun-tahun.
Harga Rp775 juta untuk e:HEV dan Rp825,8 juta untuk RS e:HEV memang bukan angka yang ringan.
Namun, konsumen yang memiliki anggaran tersebut dan menginginkan SUV premium yang nyaman, bertenaga, aman, sekaligus menawarkan teknologi hybrid tanpa perlu repot mengisi baterai dari stopkontak, akan menemukan banyak alasan untuk memasukkan CR-V e:HEV 2026 ke dalam daftar pilihan.
Pada akhirnya, kekuatan terbesar CR-V e:HEV bukan terletak pada satu fitur tertentu, melainkan pada bagaimana Honda menyatukan teknologi hybrid dengan karakter SUV keluarga yang sudah matang.
Dan mungkin itulah alasan mengapa nama Honda CR-V masih sulit diabaikan ketika membicarakan SUV hybrid premium di Indonesia.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia