Leapmotor C10 menjadi SUV listrik keluarga yang dipasarkan di Indonesia dengan mengutamakan kabin lapang, teknologi pintar, keselamatan dan efisiensi kendaraan listrik.
Pasar mobil listrik Indonesia kembali kedatangan pemain baru. Kali ini, perhatian tertuju pada Leapmotor C10, SUV listrik berukuran menengah yang dibawa ke Tanah Air dengan misi cukup jelas: membidik konsumen keluarga.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan.
Segmen SUV keluarga selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu bagian paling menarik dalam industri otomotif Indonesia. Konsumen tidak lagi hanya mencari kendaraan yang mampu mengantar dari satu tempat ke tempat lain. Mereka juga membutuhkan kabin luas, posisi duduk nyaman, fitur keselamatan lengkap, teknologi konektivitas, serta biaya penggunaan yang masuk akal.
Perubahan kebutuhan itu kemudian bertemu dengan tren elektrifikasi.
Mobil listrik yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai kendaraan perkotaan mulai berkembang menjadi pilihan untuk keluarga. Ukuran kendaraan semakin besar, kapasitas baterai meningkat, sementara teknologi pengisian daya juga terus berkembang.
Leapmotor melihat celah tersebut melalui C10.
Di Indonesia, C10 diperkenalkan melalui GIIAS 2026 dan diposisikan sebagai Global Family SUV, dengan pendekatan yang mengutamakan ruang, kenyamanan, teknologi dan keselamatan. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan bahwa persaingan SUV listrik Tanah Air semakin serius.
Yang menarik, C10 bukan sekadar model yang didatangkan dari luar negeri untuk menguji pasar.
Leapmotor bersama mitra lokal juga menyiapkan produksi dengan skema perakitan lokal. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang merek tersebut di Indonesia.
Lalu, seperti apa sebenarnya daya tarik Leapmotor C10?
Leapmotor C10 Punya Misi Jelas: Menjadi SUV Keluarga
Dari awal, C10 memang tidak dirancang sebagai city car mungil.
Proporsinya menunjukkan bahwa mobil ini berada di kelas SUV yang mengutamakan ruang kabin.
Konsep tersebut penting untuk pasar Indonesia.
Bagi keluarga, ukuran mobil sering kali berkaitan langsung dengan kenyamanan.
Penumpang depan membutuhkan ruang yang cukup.
Penumpang belakang juga tidak ingin lutut terlalu dekat dengan kursi depan.
Bagasi harus mampu menampung barang belanjaan, koper, perlengkapan anak hingga kebutuhan perjalanan akhir pekan.
C10 mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui rancangan kabin yang lapang.
Di sinilah strategi Leapmotor mulai terlihat.
Merek tersebut tidak hanya ingin menjual teknologi listrik, tetapi juga menawarkan sebuah kendaraan yang dapat digunakan keluarga untuk berbagai aktivitas.
Mulai dari perjalanan ke kantor, mengantar anak sekolah, belanja, hingga perjalanan luar kota.
Bukan Sekadar SUV Listrik, C10 Membawa Konsep Family Car
Ada perbedaan antara membuat SUV listrik dan membuat SUV listrik keluarga.
SUV listrik bisa saja memiliki tenaga besar dan akselerasi cepat.
Tetapi kendaraan keluarga membutuhkan lebih dari sekadar performa.
Kenyamanan suspensi, ruang kaki, visibilitas, kemudahan akses kabin, kapasitas bagasi dan fitur keselamatan menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Leapmotor tampaknya memahami hal tersebut.
C10 dirancang dengan pendekatan yang lebih santai.
Bentuk eksteriornya tidak dibuat terlalu agresif.
Garis bodi terlihat modern tetapi tetap mengutamakan kesan elegan.
Tujuannya cukup jelas.
Mobil ini diharapkan dapat diterima oleh keluarga, profesional muda, hingga konsumen yang ingin beralih dari SUV bermesin konvensional menuju kendaraan listrik.
Baterai 69,9 kWh Jadi Salah Satu Modal Utama
Salah satu bagian paling penting dari mobil listrik tentu saja baterai.
Untuk versi yang diperkenalkan di Indonesia, Leapmotor C10 diberitakan membawa baterai berkapasitas 69,9 kWh.
Kapasitas tersebut tergolong besar untuk kendaraan yang ditujukan sebagai SUV keluarga. Berdasarkan informasi yang beredar mengenai spesifikasi Indonesia, jarak tempuhnya diklaim mencapai sekitar 478 kilometer.
Namun, pembaca perlu memahami satu hal.
Angka jarak tempuh bukan berarti mobil akan selalu menempuh jarak tersebut dalam pemakaian nyata.
Konsumsi energi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor.
Kecepatan.
Gaya mengemudi.
Kondisi lalu lintas.
Beban penumpang.
Penggunaan AC.
Kontur jalan.
Suhu lingkungan.
Semuanya dapat memengaruhi jarak tempuh aktual.
Karena itu, angka resmi lebih tepat dijadikan patokan perbandingan antarproduk, bukan jaminan jarak yang pasti didapat setiap hari.
Kenapa Baterai Besar Penting untuk Mobil Keluarga?
Jawabannya sederhana: fleksibilitas.
Mobil keluarga biasanya digunakan untuk perjalanan lebih jauh dibandingkan kendaraan perkotaan biasa.
Pagi digunakan mengantar anak.
Siang menuju kantor.
Sore kembali menjemput keluarga.
Akhir pekan digunakan untuk keluar kota.
Jika kapasitas baterai terlalu kecil, pemilik akan lebih sering mencari stasiun pengisian.
Baterai yang lebih besar memberi ruang lebih besar untuk perjalanan.
Bukan berarti pemilik tidak perlu melakukan pengisian daya.
Tetapi interval pengisian dapat menjadi lebih fleksibel.
Bagi keluarga, hal ini penting karena perjalanan tidak selalu bisa direncanakan dengan sempurna.
Dimensi Besar untuk Menunjang Kenyamanan
Leapmotor C10 termasuk SUV dengan ukuran yang cukup besar.
Pada generasi yang dipasarkan secara global, C10 memiliki panjang sekitar 4,7 meter dengan wheelbase sekitar 2,8 meter.
Angka wheelbase tersebut sangat penting ketika membahas kendaraan keluarga.
Semakin panjang jarak antara roda depan dan belakang, semakin besar peluang pabrikan menciptakan ruang kabin yang lega.
Namun, wheelbase panjang juga harus diimbangi dengan pengaturan suspensi dan desain interior yang baik.
Di sinilah C10 berusaha menawarkan keseimbangan.
Bukan sekadar besar dari luar, tetapi juga dirancang agar ruang dalam dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Kabin C10 Mengarah pada Mobil Keluarga Modern
Masuk ke kabin, pendekatan Leapmotor cukup berbeda dari mobil konvensional.
Dashboard dibuat bersih.
Jumlah tombol fisik relatif ditekan.
Sebagian besar fungsi kendaraan dapat diakses melalui layar dan sistem digital.
Pendekatan seperti ini memang sudah semakin umum pada mobil listrik generasi baru.
Konsumen yang terbiasa menggunakan smartphone biasanya tidak terlalu asing dengan konsep tersebut.
Namun, ada sisi lain yang perlu diperhatikan.
Tidak semua pengemudi menyukai terlalu banyak fungsi yang dipindahkan ke layar.
Untuk fungsi penting seperti pengaturan suhu atau fitur keselamatan, sebagian pengguna mungkin tetap lebih nyaman dengan tombol fisik.
Artinya, pengalaman menggunakan C10 akan sangat bergantung pada kebiasaan pemilik.
Layar Besar Menjadi Pusat Informasi
Teknologi menjadi salah satu daya tarik C10.
Model ini menggunakan layar infotainment berukuran besar yang menjadi pusat berbagai fungsi kendaraan.
Mulai dari hiburan, pengaturan kendaraan, konektivitas, informasi perjalanan hingga berbagai fitur digital.
Pada spesifikasi global tertentu, C10 dikenal dengan layar tengah 14,6 inci dan panel instrumen digital 10,25 inci.
Ukuran layar tersebut memberikan kesan modern.
Namun, yang lebih penting bukan sekadar ukurannya.
Sistem harus mudah dipahami.
Menu harus responsif.
Navigasi harus sederhana.
Dan fitur yang sering digunakan sebaiknya dapat ditemukan tanpa membutuhkan terlalu banyak langkah.
Pada mobil keluarga, kemudahan penggunaan justru menjadi salah satu faktor penting.
Teknologi Pintar Menjadi Bagian dari Strategi Leapmotor
Leapmotor tidak hanya mengandalkan baterai.
Merek ini juga ingin dikenal sebagai produsen kendaraan yang menggabungkan elektrifikasi dengan teknologi pintar.
Konsep tersebut terlihat dari berbagai fitur digital yang tersedia pada C10.
Sistem kendaraan dapat menerima pembaruan perangkat lunak secara berkala.
Artinya, sejumlah fungsi kendaraan berpotensi mengalami peningkatan tanpa harus selalu membawa mobil ke bengkel.
Konsep over-the-air update seperti ini semakin banyak diterapkan pada kendaraan listrik generasi baru.
Mobil pada akhirnya mulai menyerupai perangkat elektronik besar yang terus berkembang melalui software.
Keselamatan Menjadi Bagian Penting C10
Untuk kendaraan keluarga, keselamatan tidak bisa dianggap sebagai fitur tambahan.
Justru aspek tersebut harus menjadi salah satu prioritas.
Leapmotor C10 telah mendapatkan rating keselamatan lima bintang Euro NCAP pada pengujian yang dilakukan lembaga keselamatan Eropa. Model ini juga dibekali sejumlah sistem bantuan pengemudi.
Pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi Leapmotor ketika mencoba membangun kepercayaan konsumen.
Sebab, salah satu tantangan merek baru bukan hanya soal harga.
Konsumen juga ingin mengetahui apakah kendaraan tersebut aman.
Terlebih untuk keluarga yang akan membawa anak-anak dan orang tua.
ADAS Membantu Mengurangi Beban Pengemudi
C10 dibekali berbagai teknologi bantuan pengemudi atau ADAS.
Teknologi tersebut dapat membantu pengemudi dalam kondisi tertentu.
Misalnya, menjaga kendaraan tetap berada di jalurnya.
Membantu mempertahankan jarak dengan kendaraan di depan.
Memberikan peringatan ketika terdapat potensi tabrakan.
Serta memantau kondisi sekitar kendaraan.
Namun, ADAS bukanlah pengganti pengemudi.
Sistem tersebut tetap merupakan alat bantu.
Pengemudi harus mempertahankan konsentrasi dan kendali penuh terhadap kendaraan.
Ini penting karena teknologi keselamatan sering kali disalahartikan sebagai sistem yang mampu membuat kendaraan berkendara secara otomatis sepenuhnya.
C10 Memanfaatkan Teknologi Cell-to-Chassis
Salah satu teknologi menarik yang digunakan pada C10 adalah pendekatan Cell-to-Chassis.
Secara sederhana, teknologi tersebut mengintegrasikan struktur baterai dengan struktur kendaraan.
Tujuannya bukan hanya berkaitan dengan efisiensi penggunaan ruang.
Integrasi tersebut juga dapat membantu menghasilkan struktur bodi yang lebih kokoh serta memungkinkan pemanfaatan ruang kabin secara lebih maksimal.
Bagi mobil keluarga, keuntungan ini cukup relevan.
Pasalnya, ruang yang biasanya digunakan untuk struktur tambahan dapat dioptimalkan untuk kebutuhan penumpang dan penyimpanan.
Penggerak Listrik Memberikan Karakter Berkendara Berbeda
Salah satu hal yang biasanya langsung dirasakan saat mengendarai mobil listrik adalah respons pedal akselerator.
Motor listrik dapat memberikan torsi secara cepat.
Tidak ada proses perpindahan gigi seperti pada mobil dengan transmisi konvensional.
Karena itu, C10 dapat memberikan respons yang halus dan spontan ketika pedal akselerator diinjak.
Tetapi karakter tersebut juga harus dikendalikan.
Untuk kendaraan keluarga, respons yang terlalu agresif bukan selalu hal yang dibutuhkan.
Justru pengaturan tenaga yang halus lebih nyaman.
Penumpang belakang, khususnya anak-anak dan orang tua, tentu akan lebih menyukai mobil yang tidak sering melakukan akselerasi mendadak.
Nyaman untuk Perjalanan Keluarga
Karakter C10 lebih cocok untuk pengemudi yang menyukai perjalanan santai.
SUV listrik seperti ini memiliki keuntungan berupa suara mesin yang jauh lebih minim.
Ketika kendaraan melaju, suara yang terdengar lebih banyak berasal dari ban dan angin.
Bagi keluarga, suasana kabin yang lebih senyap dapat meningkatkan kenyamanan.
Percakapan antarpenumpang menjadi lebih mudah.
Anak-anak juga dapat tidur lebih nyaman selama perjalanan.
Sementara pengemudi tidak perlu bekerja terlalu keras untuk berbicara dengan penumpang di baris kedua.
Kenapa SUV Listrik Keluarga Punya Masa Depan di Indonesia?
Perubahan perilaku konsumen menjadi alasan utama.
Mobil listrik mulai tidak lagi dipandang sebagai kendaraan kedua atau sekadar mobil untuk eksperimen.
Konsumen mulai mempertimbangkan EV sebagai kendaraan utama.
Terutama ketika infrastruktur pengisian daya semakin berkembang.
SUV juga tetap menjadi salah satu bentuk kendaraan yang paling diminati.
Menggabungkan keduanya tentu menjadi strategi yang menarik.
SUV + listrik + kabin keluarga merupakan kombinasi yang cukup kuat.
Leapmotor C10 hadir tepat di wilayah tersebut.
Harga Sekitar Rp598 Juta Membuat Persaingan Semakin Menarik
Untuk pasar Indonesia, Leapmotor C10 diperkenalkan dengan harga mulai sekitar Rp598 juta berdasarkan pemberitaan saat peluncuran di GIIAS 2026.
Harga ini menempatkan C10 pada wilayah persaingan yang cukup menarik.
Calon pembeli tidak hanya akan membandingkannya dengan SUV listrik China lainnya.
Mereka juga bisa melihat SUV hybrid, kendaraan listrik premium entry-level hingga model konvensional dengan harga yang berdekatan.
Ini menjadi tantangan sekaligus peluang.
Jika harga kompetitif, C10 memiliki peluang menarik konsumen yang sebelumnya ragu beralih ke mobil listrik.
Rakitan Lokal Bisa Menjadi Senjata Penting
Salah satu berita paling menarik mengenai kehadiran C10 di Indonesia adalah proses produksi lokal.
Leapmotor bersama Indomobil menyiapkan perakitan kendaraan di Indonesia.
Langkah tersebut penting bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan regulasi.
Produksi lokal juga berkaitan dengan strategi jangka panjang.
Dengan adanya fasilitas perakitan lokal, keberadaan Leapmotor di Indonesia tidak sekadar bergantung pada impor kendaraan utuh.
Hal ini juga membuka peluang pengembangan ekosistem, termasuk layanan purnajual dan rantai pasok.
Informasi terbaru menyebut produksi kendaraan Leapmotor secara lokal sudah dimulai dan unit C10 rakitan Indonesia diproyeksikan mulai dikirim kepada konsumen pada Agustus 2026.
Hubungan dengan Stellantis Menambah Modal Kepercayaan
Leapmotor bukan pemain yang berdiri sendirian di pasar global.
Perusahaan ini memiliki hubungan strategis dengan Stellantis, salah satu grup otomotif besar dunia.
Stellantis memiliki sekitar 21 persen saham Leapmotor dan menjalankan Leapmotor International bersama Leapmotor untuk kegiatan di luar China.
Kerja sama tersebut memberikan dimensi berbeda.
Bagi konsumen Indonesia, nama Stellantis bisa menjadi salah satu faktor yang membantu membangun kepercayaan terhadap merek baru.
Namun, pada akhirnya, reputasi tidak hanya ditentukan oleh nama besar.
Pelayanan dealer, ketersediaan suku cadang, kualitas teknisi dan pengalaman pemilik akan menjadi penentu sebenarnya.
Tantangan Terbesar Leapmotor C10 Bukan Hanya Harga
Masuk ke pasar Indonesia sebagai merek baru tentu bukan pekerjaan mudah.
Persaingan EV sudah semakin ramai.
Konsumen memiliki banyak pilihan.
Selain itu, merek-merek Jepang dan Korea sudah lama memiliki jaringan dealer dan layanan purnajual yang kuat.
Karena itu, Leapmotor harus bekerja lebih keras.
Bukan hanya menjual kendaraan.
Tetapi juga menjual rasa aman untuk memiliki kendaraan tersebut dalam jangka panjang.
Ini termasuk memastikan ketersediaan suku cadang.
Memperluas jaringan servis.
Menjaga harga komponen tetap rasional.
Dan memberikan dukungan perangkat lunak dalam jangka panjang.
Infrastruktur Charging Tetap Menjadi Pertimbangan
Sehebat apa pun mobil listrik, konsumen tetap akan bertanya:
“Kalau saya bawa keluar kota, ngecas di mana?”
Pertanyaan tersebut masih relevan.
Khususnya untuk keluarga yang sering melakukan perjalanan antarkota.
Karena itu, calon pembeli C10 harus mempertimbangkan pola perjalanan.
Jika mayoritas perjalanan dilakukan di kota dan rumah memiliki fasilitas pengisian daya, penggunaan EV akan relatif lebih mudah.
Namun, jika kendaraan sering digunakan untuk perjalanan panjang ke wilayah dengan infrastruktur charging terbatas, perencanaan harus lebih matang.
Pengguna harus mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang rute.
C10 Lebih Cocok untuk Keluarga Modern daripada Pengguna yang Mengejar Performa
Karakter C10 bisa dikatakan cukup jelas.
Mobil ini bukan dibuat hanya untuk menjadi SUV listrik yang cepat.
Fokusnya lebih luas.
Kenyamanan.
Ruang.
Teknologi.
Efisiensi.
Keselamatan.
Dan kemudahan penggunaan.
Bahkan ketika tenaga motor listrik terasa responsif, filosofi utamanya tetap sebagai kendaraan keluarga.
Artinya, konsumen yang mencari kendaraan untuk perjalanan sehari-hari bersama keluarga akan lebih mudah memahami daya tariknya dibandingkan mereka yang hanya mengejar angka akselerasi.
Apa yang Membuat C10 Menarik Dibanding SUV Listrik Lain?
Setidaknya ada beberapa poin.
1. Konsep Family SUV
C10 memang diposisikan sebagai kendaraan keluarga.
2. Baterai 69,9 kWh
Kapasitas tersebut memberikan modal untuk perjalanan dengan jarak yang cukup jauh.
3. Jarak Tempuh hingga Sekitar 478 Km
Angka klaim ini membuat C10 cukup menarik untuk kebutuhan perjalanan harian maupun luar kota, meski jarak aktual bergantung kondisi penggunaan.
4. Kabin Lapang
Dimensi dan wheelbase panjang memberikan ruang yang mendukung kenyamanan penumpang.
5. Teknologi Digital
Layar besar dan sistem kendaraan pintar menjadi salah satu daya tarik.
6. ADAS
Sistem bantuan pengemudi menjadi bagian penting dari paket keselamatan.
7. Rating Lima Bintang Euro NCAP
Pencapaian keselamatan tersebut dapat menjadi modal kepercayaan konsumen.
8. Dirakit Lokal
Produksi lokal berpotensi mendukung keberadaan Leapmotor dalam jangka panjang di Indonesia.
Kekurangan dan Hal yang Harus Dipertimbangkan
Meski punya banyak keunggulan, C10 juga tidak boleh dilihat hanya dari sisi positif.
Pertama adalah jaringan layanan.
Sebagai merek yang relatif baru, Leapmotor harus membuktikan kemampuan layanan purnajual.
Kedua adalah infrastruktur charging.
Konsumen harus memahami kebiasaan pengisian daya.
Ketiga adalah adaptasi terhadap teknologi digital.
Sebagian pengguna mungkin membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan berbagai fungsi yang terintegrasi pada layar.
Keempat adalah nilai jual kembali.
Karena masih menjadi merek yang baru berkembang di Indonesia, belum ada rekam jejak panjang yang bisa dijadikan patokan mengenai harga jual kembali C10.
Ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang sering mengganti mobil setiap beberapa tahun.
Apakah Leapmotor C10 Layak Jadi Mobil Keluarga?
Jawabannya tergantung kebutuhan.
Jika yang dicari adalah SUV listrik dengan kabin luas, teknologi modern dan konsep penggunaan keluarga, C10 jelas menarik untuk masuk daftar pertimbangan.
Apalagi model ini tidak hanya hadir sebagai kendaraan impor sementara.
Adanya rencana dan realisasi perakitan lokal menunjukkan keseriusan membangun bisnis di Indonesia.
Harga mulai sekitar Rp598 juta juga menempatkannya pada wilayah persaingan yang cukup menarik.
Namun, konsumen sebaiknya tidak terburu-buru hanya karena melihat spesifikasi.
Test drive tetap penting.
Cobalah duduk di kursi belakang.
Rasakan posisi mengemudi.
Periksa kapasitas bagasi.
Coba sistem infotainment.
Tanyakan durasi garansi baterai.
Cari tahu lokasi bengkel resmi terdekat.
Dan yang paling penting, tanyakan bagaimana layanan purnajualnya.
Strategi Leapmotor di Indonesia Mulai Terlihat
Kehadiran C10 menunjukkan arah strategi Leapmotor yang semakin jelas.
Merek tersebut tidak ingin hanya dikenal sebagai produsen mobil listrik kecil.
Dengan B10 dan C10, Leapmotor mulai masuk ke segmen SUV dengan ukuran dan karakter yang berbeda.
C10 khususnya memiliki posisi yang menarik karena mengincar keluarga.
Strategi tersebut cukup masuk akal.
Keluarga merupakan salah satu kelompok konsumen terbesar di pasar otomotif Indonesia.
Ketika keluarga mulai beralih ke mobil listrik, mereka membutuhkan kendaraan yang berbeda dari city car.
Mereka membutuhkan ruang.
Mereka membutuhkan jarak tempuh.
Mereka membutuhkan keselamatan.
Dan mereka membutuhkan jaringan layanan yang bisa dipercaya.
Persaingan SUV Listrik Keluarga Akan Semakin Ketat
Leapmotor tentu tidak datang ke pasar yang kosong.
Sudah ada sejumlah merek yang bermain di segmen SUV listrik.
Persaingan bukan hanya soal siapa yang memiliki baterai terbesar.
Pabrikan harus menawarkan kombinasi yang lebih lengkap.
Harga.
Jarak tempuh.
Teknologi.
Kenyamanan.
Keselamatan.
Layanan purnajual.
Garansi.
Dan nilai jual kembali.
C10 memiliki modal di beberapa aspek tersebut.
Namun, keberhasilannya di Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan Leapmotor mengubah angka-angka spesifikasi menjadi pengalaman nyata bagi konsumen.
Kesimpulan
Leapmotor C10 datang ke Indonesia dengan misi yang cukup jelas: menjadi SUV listrik keluarga untuk konsumen yang menginginkan ruang, kenyamanan dan teknologi dalam satu kendaraan.
Kehadirannya menjadi semakin menarik karena C10 tidak sekadar mengandalkan embel-embel mobil listrik.
Baterai 69,9 kWh, jarak tempuh yang diklaim sekitar 478 km, kabin luas, teknologi digital, fitur bantuan pengemudi dan standar keselamatan menjadi bagian dari paket yang ditawarkan.
Dari sisi posisi pasar, C10 juga punya nilai tambah karena dipersiapkan untuk dirakit secara lokal.
Langkah tersebut dapat menjadi fondasi penting untuk membangun kehadiran Leapmotor di Indonesia dalam jangka panjang.
Dengan harga mulai sekitar Rp598 juta, C10 juga memasuki medan persaingan yang cukup panas.
Tetapi harga bukan satu-satunya faktor.
Bagi keluarga, keputusan membeli mobil biasanya lebih kompleks.
Mereka ingin tahu apakah kendaraan nyaman digunakan setiap hari.
Apakah anak-anak mendapatkan ruang yang cukup.
Apakah bagasi mampu membawa kebutuhan keluarga.
Apakah mobil aman.
Apakah pengisian baterai mudah.
Dan yang tidak kalah penting, apakah layanan purnajual dapat dipercaya.
Di sinilah perjalanan Leapmotor C10 di Indonesia sebenarnya baru dimulai.
C10 punya modal teknologi dan positioning yang menarik, tetapi tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa sebuah merek baru bisa memberikan ketenangan kepemilikan yang sama kuatnya dengan produk yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat.
Jika Leapmotor mampu menjawab persoalan tersebut, C10 berpeluang menjadi salah satu pemain penting di pasar SUV listrik keluarga Indonesia.
Baca juga artikel ini: NOYA X 80 PROOF PIK 2: Superclub Baru di PIK 2 dengan Standar Hiburan Kelas Dunia