
Ringkasan singkat: Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport adalah SUV ladder frame yang populer di Indonesia. Namun, memacu mobil bongsor ini dengan kecepatan tinggi di jalan tol justru bisa berbahaya. Para ahli keselamatan berkendara mengingatkan bahwa desain, suspensi, hingga dimensi kendaraan membuatnya rentan limbung, selip, bahkan terguling jika dipacu terlalu kencang.
SUV Ladder Frame Bukan untuk Kebut-kebutan
Fortuner dan Pajero Sport memang memiliki tenaga mesin besar dan tampilan tangguh. Tapi sejatinya, kedua SUV ini dirancang untuk kenyamanan, bukan untuk adu cepat di jalan umum. Dengan ground clearance tinggi dan suspensi empuk, mobil jadi lebih nyaman di medan berat, tapi sekaligus rentan kehilangan kestabilan jika dipacu dalam kecepatan tinggi.
Tak sedikit kecelakaan fatal di jalan tol melibatkan SUV jenis ini, bahkan sampai merenggut nyawa. Hal ini karena karakteristik SUV berbeda jauh dengan sedan atau crossover ber-sasis monokok yang lebih stabil.
Faktor Risiko Utama saat Ngebut dengan SUV Ladder Frame
1. Suspensi Empuk = Potensi Limbung
Menurut Erreza Hardian, praktisi keselamatan berkendara dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), suspensi SUV yang empuk memang nyaman, tapi membuat mobil mudah limbung saat dipacu kencang. Limbung berlebihan bisa menyebabkan mobil kehilangan keseimbangan.
“Kalau suspensi empuk maka limbung, kalau stabil cenderung lebih keras. Tapi banyak produk after market bisa menyempurnakan ini,” jelas Reza.
2. Titik Berat Tinggi = Risiko Terguling
SUV memiliki dimensi jangkung, sehingga titik berat kendaraan lebih tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko mobil terguling saat bermanuver di kecepatan tinggi. Analogi sederhananya seperti membawa barang di atas kepala — makin tinggi posisi beban, makin rawan goyah.
3. Oversteer pada 2WD
SUV ladder frame dengan penggerak roda belakang (2WD) cenderung lebih mudah mengalami oversteer. Tanpa sistem penggerak 4WD, ban belakang rawan slip saat mobil limbung. Padahal, 4WD bisa membantu menstabilkan karena roda depan ikut menarik kendaraan.
4. Faktor Angin dan Dimensi Besar
Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menambahkan, bodi bongsor SUV ladder frame lebih mudah “menangkap angin”. Pada kecepatan tinggi, terpaan angin samping bisa membuat kendaraan kehilangan arah, selip, atau bahkan terbalik.
“Kendaraan big SUV rata-rata sasisnya ladder frame. Antara sasis dan bodi terpisah, sehingga gejala limbung atau bouncing lebih besar,” ungkap Sony.
Bisa Ngebut, Tapi Bukan di Jalan Tol
Secara tenaga, Fortuner dan Pajero Sport memang mampu dipacu kencang. Bahkan ada ajang balap SUV di sirkuit khusus. Namun, itu dilakukan dengan mobil yang sudah dimodifikasi agar lebih stabil, bukan mobil standar jalan raya.
Karena itu, praktisi keselamatan menegaskan:
- Jika ingin ngebut dengan SUV, lakukan di sirkuit tertutup.
- Gunakan modifikasi suspensi, ban, dan penggerak agar lebih stabil.
- Di jalan umum, prioritaskan kenyamanan dan keselamatan, bukan adu cepat.
SUV ladder frame seperti Fortuner dan Pajero Sport bukan kendaraan yang ideal untuk dipacu kencang di jalan tol. Desain suspensi, titik berat yang tinggi, hingga risiko oversteer menjadikannya berbahaya saat digunakan untuk kebut-kebutan. Jadi, jika ingin panjang umur — dan selamat — gunakan mobil sesuai fungsinya: nyaman di jalan raya dan tangguh di medan berat, bukan untuk adu cepat di jalan tol.